DPLK AXA Mandiri Ungkap Tantangan Pengelolaan Investasi hingga Akhir Tahun 2026



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK) PT AXA Mandiri Financial Services (AXA Mandiri) membeberkan sejumlah tantangan yang bisa memengaruhi strategi pengelolaan investasi hingga akhir tahun ini.

Chief Invesment Officer AXA Mandiri Erika Marthalina menerangkan beberapa faktor yang akan menjadi perhatian dalam penyusunan strategi investasi hingga akhir tahun, antara lain arah kebijakan suku bunga acuan, perkembangan inflasi, dan kondisi ekonomi global.

"Ditambah, volatilitas pasar keuangan, serta dinamika geopolitik yang dapat memengaruhi sentimen investor," katanya kepada Kontan, Senin (27/7).


Baca Juga: OJK Beri Izin Usaha PT Sun Life Financial Syariah Indonesia

Menghadapi berbagai tantangan tersebut, Erika mengatakan DPLK AXA Mandiri akan tetap menerapkan prinsip investasi yang disiplin, berorientasi jangka panjang, serta didukung proses pemantauan risiko secara berkelanjutan. 

"Pendekatan itu diharapkan dapat menjaga ketahanan portofolio, sekaligus mengoptimalkan hasil investasi bagi peserta sesuai tujuan dana pensiun mereka," tuturnya.

Lebih lanjut, Erika menyampaikan strategi investasi DPLK AXA Mandiri tidak didasarkan pada perpindahan dari satu instrumen ke instrumen lain secara jangka pendek, melainkan mengedepankan diversifikasi portofolio yang disesuaikan dengan profil risiko, tujuan investasi, dan jangka waktu pensiun peserta. 

Oleh karena itu, dia bilang alokasi pada SBN maupun instrumen lainnya akan terus dievaluasi secara berkala mengikuti perkembangan pasar dan peluang investasi yang tersedia.

Sementara itu, Erika mengatakan SBN akan tetap menjadi salah satu instrumen penting dalam portofolio investasi DPLK AXA Mandiri, karena memiliki karakteristik yang sesuai dengan tujuan investasi jangka panjang dana pensiun. Namun, dia bilang DPLK AXA Mandiri tidak hanya berfokus pada satu jenis aset saja. 

"Kami tetap menerapkan strategi diversifikasi agar portofolio memiliki keseimbangan antara potensi imbal hasil dan pengelolaan risiko," ucap Erika.

Sepanjang 2025, DPLK AXA Mandiri mengelola aset lebih dari Rp 16 triliun, dengan total nasabah sebanyak 237.182 peserta, serta pendapatan investasi lebih dari Rp 1 triliun.

Baca Juga: Tiga Direksi Bank JTrust Borong Saham Perusahaan, Segini Harganya

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TAG: