JAKARTA. Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK) Manulife melirik potensi bisnis dari Dana Pensiun Pemberi Kerja (DPPK). Salah satunya adalah jasa pengelolaan administrasi untuk mereka kelola. Chief Employee Benefit Manulife Nur Hasan Kurniawan menyebut selama ini ada sejumlah kendala yang menghambat industri DPPK untuk bisa tumbuh maksimal. Salah satunya karena kekurangan sumber daya manusia. "Banyak pengurus DPPK yang rangkap jabatan alias masih bekerja juga di perusahaan pendiri," kata dia, Kamis (12/11). Padahal, saat ini ketentuan regulasi di industri dana pensiun semakin ketat. Misalnya saja periode pelaporan ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang makin rutin.
DPLK Manulfie lirik potensi bisnis dari DPPK
JAKARTA. Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK) Manulife melirik potensi bisnis dari Dana Pensiun Pemberi Kerja (DPPK). Salah satunya adalah jasa pengelolaan administrasi untuk mereka kelola. Chief Employee Benefit Manulife Nur Hasan Kurniawan menyebut selama ini ada sejumlah kendala yang menghambat industri DPPK untuk bisa tumbuh maksimal. Salah satunya karena kekurangan sumber daya manusia. "Banyak pengurus DPPK yang rangkap jabatan alias masih bekerja juga di perusahaan pendiri," kata dia, Kamis (12/11). Padahal, saat ini ketentuan regulasi di industri dana pensiun semakin ketat. Misalnya saja periode pelaporan ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang makin rutin.