DPLK Syariah Muamalat Jadi Investor Pertama ETF Emas XGLD



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK) Syariah Muamalat resmi tercatat sebagai investor pertama pada instrumen investasi exchange-traded fund (ETF) berbasis emas, yaitu Reksa Dana Syariah Premier ETF Gold Sharia Indonesia (XGLD), yang diterbitkan oleh PT Indo Premier Investment Management. 

Diketahui, ETF emas XGLD resmi tercatat di Bursa Efek Indonesia pada 10 Agustus 2026, bertepatan dengan peringatan Hari Ulang Tahun ke-49 Pasar Modal Indonesia.

Executive Director DPLK Syariah Muamalat Aznovri Kurniawan mengatakan, tren investasi dana pensiun kini tumbuh positif. Ini memberikan dampak langsung yang menguntungkan bagi portofolio keuangan para peserta, yang mencakup nasabah korporasi (perusahaan) maupun perorangan (individu).


Baca Juga: Bangun Kosambi (CBDK) Siapkan Dana Rp 250 Miliar untuk Buyback Saham, Dana dari Kas

Ia menjabarkan, performa gemilang ditunjukkan oleh tiga paket investasi kelolaan DPLK Syariah Muamalat hingga Juli 2026, meskipun kondisi ekonomi global sedang bergejolak. 

Dari tiga paket investasi yang seluruhnya dikelola secara syariah, imbal hasil tahunan tertinggi diraih oleh Paket C yang terdiri dari instrumen pasar uang, reksadana, dan saham syariah sebesar 16,77%. 

Adapun Paket A yang terdiri dari instrumen pasar uang syariah menghasilkan return 6,24% diikuti Paket B yang merupakan gabungan instrumen pasar uang dan pendapatan tetap syariah dengan keuntungan 5,56% dalam setahun terakhir.

Ia menambahkan, emas adalah investasi yang ditunggu oleh peserta DPLK Syariah Muamalat yang menginginkan investasi yang tidak hanya dikelola sepenuhnya secara syariah, tetapi juga dapat memberikan imbal hasil yang baik. 

"Masuknya DPLK Syariah Muamalat sebagai investor pertama ETF Emas ini menunjukkan ketanggapan DPLK Syariah Muamalat terhadap aspirasi peserta yang menginginkan masa pensiun yang berkah dan sejahtera," ujar Aznovri dalam keterangannya, Kamis (20/8/2026).

Baca Juga: Dorong Peningkatan Produksi Migas, Elnusa (ELSA) Perkuat Solusi Chemical

Inisiatif ini membuat eksposur terhadap emas melalui XGLD menjadi bagian dari strategi investasi DPLK Syariah Muamalat, khususnya pada Paket C yang menyasar profil risiko yang relatif tinggi.

Sejalan dengan hasil investasi yang dibukukan DPLK Syariah Muamalat, jumlah perusahaan yang mempercayakan pengelolaan dana pensiun karyawan kepada DPLK Syariah Muamalat juga terus melonjak. 

Sampai dengan Juli 2026, DPLK Syariah Muamalat telah bekerjasama dengan 971 perusahaan, atau bertambah 87 perusahaan baru selama setahun terakhir. Penambahan tersebut adalah yang terbesar dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, seiring dengan giatnya DPLK Syariah Muamalat melakukan literasi keuangan syariah dan investasi pensiun.

Pertumbuhan juga tercatat pada peserta individu yang didominasi oleh masyarakat umum, dengan jumlah yang melampaui 125 ribu peserta per Juli 2026. 

Lonjakan kepesertaan ini mendorong nilai aset DPLK Syariah Muamalat menyentuh level Rp 2 triliun, naik 12% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News