DPR Akan Sahkan Aida Budiman Jadi DGS BI 1/9/2026, Ini Profil & Pengalamannya



KONTAN.CO.ID - Jakarta. DPR akan mengesahkan Aida S. Budiman sebagai Deputi Gubernur Senior (DGS) Bank Indonesia (BI) periode 2026-2031 pada 1 September 2026. Aida bukan orang baru di BI, karena telah malang melintang di bank sentral selama 35 tahun.

Komisi XI DPR RI menetapkan Aida S. Budiman sebagai Deputi Gubernur Senior BI periode 2026-2031.Keputusan tersebut diambil setelah Aida menjalani uji kepatutan dan kelayakan atau fit and proper test sebagai calon Deputi Gubernur Senior BI.

Ketua Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun mengatakan, penetapan Aida dilakukan melalui musyawarah mufakat.


"Ibu Aida Budiman sebagai Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia terpilih periode 2026-2031," ujar Misbakhun dalam keterangannya, Kamis (27/8/2026).

Hasil keputusan Komisi XI selanjutnya akan dibawa ke rapat paripurna DPR pada 1 September 2026 untuk mendapatkan pengesahan.

Penetapan Aida menjadi bagian dari proses pergantian sejumlah anggota Dewan Gubernur BI. Sebelumnya, Komisi XI juga menetapkan Destry Damayanti sebagai Gubernur BI periode 2026-2031 dan Solihin M. Juhro sebagai Deputi Gubernur BI periode yang sama.

Profil Aida S. Budiman

Aida S. Budiman merupakan pejabat karier Bank Indonesia. Ia lahir di Bogor pada 1965 dan mulai bergabung dengan bank sentral pada 1991.

Dengan masa pengabdian tersebut, Aida telah menjalani sekitar 35 tahun karier di BI.

Wakil Ketua Komisi XI DPR RI Fauzi Amro menilai pengalaman panjang Aida menjadi salah satu modal penting untuk menjalankan tugas sebagai Deputi Gubernur Senior.

Dalam fit and proper test pada 26 Agustus 2026, Fauzi menyebut pengalaman tersebut memberikan Aida pemahaman mendalam mengenai dinamika kebijakan dan kelembagaan bank sentral.

"Dalam catatan kami, Ibu telah berkarier kurang lebih 35 tahun di Bank Indonesia. Jadi memang separuh hidup Ibu didedikasikan untuk Bank Indonesia," ujar Fauzi.

Tonton: Jalur Mandiri PTN Rawan Korupsi, Rektor Paramadina Minta Dihentikan

Rekam Jejak Karier di Bank Indonesia

Sebelum diusulkan sebagai Deputi Gubernur Senior, Aida telah menduduki sejumlah posisi strategis di BI.

Ia pernah menjabat Kepala Departemen Internasional pada 2014-2018. Setelah itu, Aida dipercaya sebagai Direktur Eksekutif Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter.

Pada 2020-2022, Aida kemudian menjabat sebagai Asisten Gubernur. Dalam posisi tersebut, ia menangani kebijakan strategis sektor moneter, bauran kebijakan BI, serta sinergi dengan bauran kebijakan nasional.

Pengalaman Aida juga mencakup forum ekonomi dan keuangan internasional. Ia pernah menjadi Alternate Executive Director South-East Asia Voting Group (SEAVG) di International Monetary Fund (IMF) di Washington DC.

Baca Juga: Perkembangan Teknologi dan Kecerdasan Buatan Mengubah Pola Pembelajaran

Pendidikan Aida Budiman

Aida menempuh pendidikan sarjana di bidang sosial-ekonomi pertanian agribisnis di Institut Pertanian Bogor (IPB) dan lulus pada 1987.

Setelah itu, ia melanjutkan pendidikan ke Amerika Serikat dan memperoleh gelar Master of Economics dari University of Southern California pada 1996.

Pendidikan Aida berlanjut hingga meraih gelar PhD bidang ekonomi dari Claremont Graduate University pada 2001.

Latar belakang akademik tersebut kemudian mendukung perjalanan kariernya dalam bidang kebijakan ekonomi dan moneter di BI.

Ketika menjabat Direktur Eksekutif Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter, Aida antara lain terlibat dalam penguatan kerangka bauran kebijakan BI, perumusan sektor prioritas untuk mendukung pemulihan ekonomi nasional, serta penguatan peran kantor perwakilan BI dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

BI juga mencatat keterlibatan Aida dalam pengembangan digitalisasi UMKM pangan sebagai bagian dari upaya mendukung stabilisasi harga.

Tonton: Sumbar Siap Cetak Sejarah, Sukuk Daerah Pertama Indonesia

Dari Deputi Gubernur Menjadi Deputi Gubernur Senior

Aida resmi menjabat sebagai Deputi Gubernur BI berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 147/P Tahun 2021 tertanggal 24 Desember 2021.

Ia mengucapkan sumpah jabatan pada 6 Januari 2022 dengan masa jabatan hingga 2027.

Pada 2024-2025, Aida juga tercatat sebagai anggota Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) secara ex-officio dari BI.

Kini, setelah ditetapkan Komisi XI, Aida akan menduduki posisi Deputi Gubernur Senior BI untuk periode 2026-2031. Namanya sebelumnya diusulkan Presiden Prabowo Subianto melalui Surat Presiden kepada DPR.

Aida menjadi calon tunggal untuk posisi tersebut.

Baca Juga: Kian Menggerus Fiskal, Banggar Desak Pemerintah Siapkan Peta Jalan Mitigasi Utang

Visi Aida untuk Bank Indonesia

Dalam fit and proper test, Aida membawa visi "Bersama Menuju Indonesia Maju: Kebijakan Bank Sentral yang Adaptif, Inovatif, dan Akseleratif".

Ia menargetkan BI dapat menjadi salah satu bank sentral terbaik di kelompok emerging economies.

Menurut Aida, kebijakan bank sentral perlu tetap dapat dibandingkan dengan teori dan praktik terbaik bank sentral lain sehingga kredibel, tetapi sekaligus harus sesuai dengan kebutuhan perekonomian Indonesia.

"Menjadi bank sentral terbaik di Emerging Economies karena kebijakan yang dilakukan oleh Bank Indonesia harus bisa tetap comparable dibandingkan dengan teori maupun best practices bank-bank sentral lainnya, sehingga kebijakannya credible," kata Aida dalam fit and proper test, Rabu (26/8/2026).

Aida menekankan tiga karakter yang perlu diperkuat BI, yakni adaptif, inovatif, dan akseleratif.

Sisi adaptif antara lain diwujudkan melalui penguatan koordinasi dengan otoritas fiskal dan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara).

Sementara itu, aspek inovasi akan didorong melalui pengembangan sistem pembayaran digital, termasuk Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS).

Adapun karakter akseleratif diarahkan untuk mempercepat pencapaian target dan milestone yang telah ditetapkan BI.

Tonton: Pertalite Bakal Dibatasi untuk Desil 9-10? Purbaya: Sistem Sedang Disiapkan

Tujuh Program Kerja Aida

Dalam pencalonannya sebagai Deputi Gubernur Senior, Aida memaparkan tujuh penajaman program kerja yang akan menjadi fokusnya.

1. Kalibrasi bauran kebijakan BI. 2. Reformasi data sesuai dengan arsitektur data global. 3. Perluasan sumber pembiayaan. 4. Penguatan kebijakan pengelolaan aset dan kewajiban atau PUVA serta diversifikasi mata uang. 5. Pengembangan sistem pembayaran yang inovatif. 6. Pengembangan UMKM menuju ekosistem yang terintegrasi. 7. Penguatan bauran kebijakan kelembagaan.

Program tersebut mencakup berbagai bidang yang menjadi bagian dari mandat dan kebijakan BI, mulai dari stabilitas makroekonomi, pembiayaan, sistem pembayaran hingga pengembangan UMKM.

Aida menegaskan bahwa stabilitas makroekonomi tetap menjadi fondasi utama pertumbuhan ekonomi.

"Tidak ada pertumbuhan ekonomi dan penyerapan tenaga kerja kalau kita tidak punya lingkungan ekonomi yang stabil," ujar Aida.

Menurut dia, stabilitas tersebut antara lain tercermin dari pencapaian inflasi, stabilitas nilai tukar, pengelolaan likuiditas, serta kondisi sektor eksternal.

Sumber: https://money.kompas.com/read/2026/08/27/193257226/profil-aida-s-budiman-35-tahun-karier-di-bi-hingga-jadi-deputi-gubernur-senior?page=all#page2.   

Sumbar Siap Cetak Sejarah, Sukuk Daerah Pertama Indonesia
© 2026 Konten oleh Kontan
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TAG: