JAKARTA. Perubahan sistem penggajian untuk Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang sedang dirumuskan oleh pemerintah mendapat tanggapan positif. "Kita dorong PNS untuk meningkatkan kompetensi," kata Wakil Ketua Komisi II DPR RI, Abdul Hakam Naja, Minggu (15/6). Abdul menambahkan sejak awal proses perekrutan PNS sekarang sudah melalui seleksi ketat. Begitupun soal penempatan dan posisi sudah terukur. Sehingga tercipta PNS yang profesional, netral dalam urusan politik dan sejahtera. "Kalau mau naik jabatan ya harus lulus kualifikasi dan berprestasi," ujarnya. Sistem penilaian PNS nantinya memang menyerupai pegawai swasta. "Jangan sampai PNS kalau kerja atau tidak kerja dapat uang terus sampai pensiun," tegas Abdul.
DPR dukung penggajian PNS berbasis kinerja
JAKARTA. Perubahan sistem penggajian untuk Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang sedang dirumuskan oleh pemerintah mendapat tanggapan positif. "Kita dorong PNS untuk meningkatkan kompetensi," kata Wakil Ketua Komisi II DPR RI, Abdul Hakam Naja, Minggu (15/6). Abdul menambahkan sejak awal proses perekrutan PNS sekarang sudah melalui seleksi ketat. Begitupun soal penempatan dan posisi sudah terukur. Sehingga tercipta PNS yang profesional, netral dalam urusan politik dan sejahtera. "Kalau mau naik jabatan ya harus lulus kualifikasi dan berprestasi," ujarnya. Sistem penilaian PNS nantinya memang menyerupai pegawai swasta. "Jangan sampai PNS kalau kerja atau tidak kerja dapat uang terus sampai pensiun," tegas Abdul.