JAKARTA. Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) meminta Bank Indonesia (BI) untuk terus menurunkan tingkat suku bunga Sertifikat Bank Indonesia (SBI). Meski demikian, kata Ketua DPR Agung Laksono, DPR menyambut baik langkah BI yang menurunkan SBI beberapa waktu lalu menjadi 8,25%. "Dewan menyambut baik walaupun penurunan ini agak terlambat," ujar dia, Senin (19/1). Menurut dia, turunnya SBI akan memberikan sentimen positif terhadap sektor perbankan. Makanya DPR berharap penurunan SBI akan diikuti oleh penurunan suku bunga kredit dan suku bunga simpanan. Pasalnya dengan begitu, sektor rill akan bergerak naik karena beban bunga yang selama ini ditanggung akan berkurang. Nah bila hal itu terjadi, maka dapat mendorong peningkatan permintaan terhadap kredit termasuk kredit investasi kecil (KIK) dan kredit modal kerja. "Dewan berharap pemerintah terus mendukung kebijakan ini agar krisis keuangan global tidak berpengaruh banyak terhadap perekonomian dalam negeri secara keseluruhan," tegasnya. Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
DPR Minta BI Papras Bunga SBI
JAKARTA. Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) meminta Bank Indonesia (BI) untuk terus menurunkan tingkat suku bunga Sertifikat Bank Indonesia (SBI). Meski demikian, kata Ketua DPR Agung Laksono, DPR menyambut baik langkah BI yang menurunkan SBI beberapa waktu lalu menjadi 8,25%. "Dewan menyambut baik walaupun penurunan ini agak terlambat," ujar dia, Senin (19/1). Menurut dia, turunnya SBI akan memberikan sentimen positif terhadap sektor perbankan. Makanya DPR berharap penurunan SBI akan diikuti oleh penurunan suku bunga kredit dan suku bunga simpanan. Pasalnya dengan begitu, sektor rill akan bergerak naik karena beban bunga yang selama ini ditanggung akan berkurang. Nah bila hal itu terjadi, maka dapat mendorong peningkatan permintaan terhadap kredit termasuk kredit investasi kecil (KIK) dan kredit modal kerja. "Dewan berharap pemerintah terus mendukung kebijakan ini agar krisis keuangan global tidak berpengaruh banyak terhadap perekonomian dalam negeri secara keseluruhan," tegasnya. Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News