DPR Soroti Rencana Impor KRL Bekas dari Jepang



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Kereta Commuterline Indonesia (KCI) berencana mengimpor KRL bekas dari Jepang. Hal itu karena terdapat rangkaian KRL yang perlu dipensiunkan pada tahun ini dan tahun depan. KRL yang dipensiunkan tersebut merupakan KRL yang usia pakainya sudah lama. 

Menanggapi hal itu, Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Bambang Hariyadi mengkritik rencana PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) yang berencana melakukan impor KRL bekas tersebut. Menurutnya rencana impor itu tidak sejalan dengan instruksi Presiden Jokowi yang ingin mengutamakan penggunaan produk industri dalam negeri. 

“Kita punya BUMN produsen kereta PT. INKA (Industri Kereta Api), bahkan beberapa negara sudah menggunakan produk mereka. LRT Jabodetabek aja buatan INKA, kok malah ngotot mau beli rongsokan dari Jepang,” ujar Bambang dalam keterangan tertulisnya, Rabu (1/3). 


Bambang menyebut, kereta merupakan kendaraan umum untuk rakyat. Sebab itu, pengadaan KRL mesti dipenuhi dengan produk yang terbaik, ternyaman dan teraman. Serta bukan barang bekas/rongsokan. 

Baca Juga: Usia Pakai Sudah Lama, Kemenhub Sebut Peremajaan KRL Perlu Segera Dilakukan

Bambang mendukung langkah Kementerian Perindustrian yang belum menyetujui importasi kereta bekas tersebut. Karena harus dikaji dari semua aspek keamanan, kelayakan dan juga aspek teknis lainnya. 

“Karena ini barang bekas. Jangan sampai baru dipakai sebulan sudah mogok, namanya barang bekas,” kata Bambang. 

Bambang berharap PT KCI dapat memaksimalkan produksi PT INKA yang notabene merupakan perusahaan Negara. Kebutuhan untuk KRL Jabodetabek jatuh tempo tahun ini dan tahun depan. Alih-alih memesan sejak jauh hari ke PT INKA, PT KCI malah ngotot mengimpor kereta bekas dari Jepang. 

“Pantesan Presiden Jokowi sampai gemas dengan kebiasaan impor barang, yang sebenarnya di Indonesia sendiri sudah diproduksi bahkan sudah dipakai Negara lain. Padahal saya lihat dari website PT INKA, produknya sudah dipakai Bangladesh, Filipina, Malaysia, Thailand, Singapura dan Australia dan juga LRT Jabodetabek,” ucap Bambang. 

Seperti diketahui, PT Kereta Commuterline Indonesia (KCI) mengatakan, terdapat 10 rangkaian KRL Jabodetabek yang perlu dipensiunkan pada 2023. Serta 19 rangkaian KRL Jabodetabek yang perlu dipensiunkan pada tahun 2024. Hal itu lantaran usia pakai KRL yang sudah terbilang lama. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Tendi Mahadi