DPR Soroti Target Rupiah Rp 17.500 di RAPBN 2027, Waspadai Beban Utang & Biaya Impor



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Sejumlah fraksi di DPR RI menyoroti asumsi nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) yang dipatok hingga Rp 17.500 per dolar AS dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027.

Fraksi DPR menilai asumsi tersebut mencerminkan kewaspadaan pemerintah terhadap dinamika ekonomi global. 

Namun, pelemahan rupiah juga dinilai dapat memberikan tekanan terhadap perekonomian nasional, mulai dari biaya impor hingga beban utang dalam valuta asing.


Baca Juga: Pasca-Gempa Flores, Kemenhub Pastikan Seluruh Bandara di NTT Tetap Beroperasi Normal

Anggota Fraksi Partai Gerindra Kamrussamad mengatakan pihaknya memahami penetapan asumsi nilai tukar rupiah sebesar Rp17.500 per dolar AS sebagai respons terhadap dinamika global yang masih penuh ketidakpastian.

Menurutnya, pemerintah bersama otoritas moneter perlu memperkuat bauran kebijakan untuk menjaga stabilitas harga dan nilai tukar. 

Di saat yang sama, likuiditas di dalam perekonomian perlu tetap dijaga agar pembiayaan sektor riil tidak terganggu.

"Pemerintah bersama otoritas moneter perlu memperkuat bauran kebijakan untuk menjaga stabilitas nilai tukar serta tetap menjaga tersedianya likuiditas yang memadai guna mendukung pembiayaan sektor riil," ujar Kamrussamad dalam Rapat Paripurna DPR RI, Selasa (18/8/2026).

Sementara itu, Fraksi Partai Golkar meminta pemerintah memberikan penjelasan lebih rinci mengenai strategi yang disiapkan untuk menghadapi risiko pelemahan nilai tukar.

Anggota Fraksi Partai Golkar Nurul Arifin mengatakan asumsi rupiah Rp 17.500 per dolar AS perlu diikuti dengan penguatan ketahanan ekonomi nasional dan pengelolaan risiko yang memadai.

"Fraksi Partai Golkar memandang bahwa nilai tukar 2027 sebesar Rp 17.500 perd dolar AS perlu didukung oleh penguatan ketahanan ekonomi nasional dan pengelolaan risiko yang memadai agar tidak mengurangi momentum pertumbuhan maupun kapasitas fiskal," kata Nurul.

Untuk itu, Fraksi Golkar meminta pemerintah menjelaskan strategi penguatan ketahanan perekonomian terhadap dinamika nilai tukar, termasuk langkah mitigasi yang disiapkan untuk menjaga kesinambungan APBN.

Baca Juga: Iuran BPJS Kesehatan 2027 Tak Naik, Layanan JKN Diklaim Tetap Terjaga

Adapun Fraksi PAN menilai asumsi nilai tukar Rp 17.500 per dolar AS merupakan bentuk kehati-hatian pemerintah dalam menyusun RAPBN 2027.

Anggota Fraksi PAN Farah Puteri Nahlia mengatakan pelemahan rupiah tetap perlu diwaspadai karena dapat meningkatkan sejumlah beban perekonomian.

"Nilai tukar sebesar Rp 17.500 per dolar AS, Fraksi PAN memahami angka ini sebagai bentuk kehati-hatian pemerintah, namun pelemahan rupiah dapat menambah beban utang valuta asing, biaya impor, dan biaya produksi," ujar Farah.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News