KONTAN.CO.ID - Raksasa perbankan Amerika Serikat, JPMorgan Chase, merombak struktur kepemimpinannya sekaligus memperjelas arah suksesi CEO. Meski demikian, Jamie Dimon diperkirakan masih akan memimpin bank terbesar di AS itu setidaknya selama tiga tahun ke depan. Mengutip
Reuters, Kamis (25/6/2026), sumber yang mengetahui rencana tersebut mengatakan dewan direksi masih menginginkan Dimon tetap menjabat sebagai CEO sebelum nantinya beralih ke posisi
executive chairman. Baca Juga: Samsung Akan Mengumumkan Investasi US$ 648 Miliar di Korea Selatan Langkah ini muncul bersamaan dengan pengangkatan Doug Petno dan Troy Rohrbaugh sebagai co-president JPMorgan, serta pengumuman pensiun Marianne Lake, salah satu eksekutif senior yang selama ini dinilai Wall Street sebagai kandidat terkuat penerus Dimon. Perubahan tersebut sekaligus mempersempit daftar calon penerus CEO setelah lebih dari dua dekade Dimon memimpin JPMorgan. Selama bertahun-tahun, proses suksesi Jamie Dimon menjadi salah satu isu kepemimpinan korporasi yang paling banyak diperbincangkan di Amerika Serikat. Ketidakjelasan jadwal pensiun Dimon juga membuat spekulasi mengenai penerusnya terus bergulir. Menurut sumber
Reuters, Dimon kemungkinan masih akan memimpin JPMorgan sekitar tiga tahun lagi. Setelah itu, ia diproyeksikan beralih menjadi executive chairman. Analis RBC Capital Markets Gerard Cassidy menilai, peluang Dimon bertahan justru semakin besar setelah Marianne Lake memutuskan pensiun. "Saya pikir jalan menuju pensiun Jamie Dimon menjadi lebih panjang karena dua eksekutif yang dipromosikan saat ini belum memiliki pengalaman seluas Marianne Lake," ujarnya.
Baca Juga: Skenario 32 Besar Piala Dunia 2026: Jadwal, Format, dan Calon Lawan Perebutan kursi CEO makin mengerucut Dalam restrukturisasi tersebut, Troy Rohrbaugh ditunjuk sebagai CEO Consumer & Community Banking menggantikan Marianne Lake. Sementara Doug Petno dipercaya memimpin Commercial & Investment Bank setelah sebelumnya keduanya menjabat sebagai co-CEO divisi tersebut. Sebagai bagian dari paket retensi, JPMorgan memberikan bonus masing-masing senilai US$30 juta kepada Petno dan Rohrbaugh.
Baca Juga: Hasil Ekuador vs Jerman 1-2: Die Mannschaft Tumbang, Ekuador Lolos Dramatis Sementara Chief Operating Officer Jennifer Piepszak dan CEO Asset & Wealth Management Mary Erdoes memperoleh bonus masing-masing sebesar US$20 juta. Analis Keefe, Bruyette & Woods menilai bonus tersebut menunjukkan keinginan JPMorgan mempertahankan para kandidat utama kepemimpinan perusahaan. Sumber lain yang mengetahui proses tersebut mengatakan dewan direksi sejak awal ingin memilih dua dari tiga nama utama, yakni Marianne Lake, Doug Petno, dan Troy Rohrbaugh, untuk mengisi posisi co-president. Setelah gagal memperoleh posisi tersebut, Lake memutuskan pensiun. Meski demikian, analis Wells Fargo Mike Mayo menilai peluang Jennifer Piepszak belum sepenuhnya tertutup. Ia juga menyebut Chief Financial Officer Jeremy Barnum maupun kandidat eksternal masih berpotensi masuk dalam bursa calon CEO. Saham JPMorgan ditutup naik 1,7% setelah pengumuman restrukturisasi tersebut. Petno unggul tipis, Rohrbaugh dinilai punya prospek jangka panjang Menurut sumber Reuters, Doug Petno saat ini memiliki sedikit keunggulan karena lebih dikenal investor dan memiliki pengalaman memimpin berbagai lini bisnis JPMorgan. Namun dalam jangka panjang, Troy Rohrbaugh dinilai memiliki peluang besar karena kini memimpin bisnis konsumer, melengkapi pengalamannya di bidang investment banking dan trading. Mike Mayo sepakat dengan penilaian tersebut. Menurutnya, Petno unggul dari sisi pengalaman dan pengenalan investor, sementara Rohrbaugh memperoleh nilai tambah melalui pengalaman yang lebih luas di bisnis ritel perbankan. Platform prediksi Kalshi juga menunjukkan persaingan keduanya cukup ketat. Peluang Petno menjadi CEO berikutnya diperkirakan mencapai 25%, sedangkan Rohrbaugh sebesar 23%. Jennifer Piepszak berada di posisi ketiga dengan peluang sekitar 14%.
Baca Juga: Penjelasan Tie Break Piala Dunia 2026: Cara Menentukan Peringkat Jika Poin Sama Suksesi yang terus menjadi teka-teki Jamie Dimon menjabat CEO JPMorgan sejak Januari 2006 dan menjadi chairman setahun kemudian. Sepanjang beberapa tahun terakhir, pernyataannya mengenai waktu pensiun terus berubah. Pada 2024 ia mengatakan kemungkinan mundur dalam waktu kurang dari lima tahun. Awal tahun ini ia sempat berkelakar ingin bertahan lima tahun lagi, sebelum kemudian menegaskan bahwa dirinya masih akan menjabat sebagai CEO selama beberapa tahun ke depan.
Meski berkali-kali menyatakan dewan direksi telah menyiapkan proses suksesi, sejumlah eksekutif senior JPMorgan justru memilih hengkang dalam beberapa tahun terakhir untuk menduduki posisi penting di bank lain.
Baca Juga: PBB Menunda Rencana Evakuasi di Selat Hormuz Setelah Satu Kapal Melaporkan Serangan Menurut Gerard Cassidy, ketidakpastian waktu pensiun Dimon turut memengaruhi dinamika internal perusahaan. "Selama bertahun-tahun ada banyak eksekutif yang meninggalkan JPMorgan karena mereka berharap menjadi penerus Jamie Dimon, tetapi akhirnya menyadari bahwa ia belum siap pensiun," ujarnya.