Drone Hantam Fasilitas Diplomatik AS di Irak, Diduga Aksi Balasan Milisi Pro-Iran



KONTAN.CO.ID - Sebuah drone dilaporkan menghantam fasilitas diplomatik utama Amerika Serikat di Irak pada Selasa (10/3/2026).

Serangan ini diduga merupakan aksi balasan milisi pro-Iran atas perang antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran.

Mengutip laporan The Washington Post, serangan tersebut menargetkan Diplomatic Support Center, sebuah pusat logistik bagi diplomat AS yang berlokasi dekat bandara Baghdad serta sejumlah pangkalan militer Irak.


Baca Juga: Harga Minyak Bergejolak Rabu (11/3), IEA Pertimbangkan Pelepasan Cadangan Terbesar

Laporan tersebut mengutip seorang pejabat keamanan yang tidak disebutkan namanya serta peringatan internal dari U.S. Department of State.

Menurut laporan itu, enam drone diluncurkan ke arah kompleks diplomatik di Baghdad. Satu drone dilaporkan berhasil menghantam fasilitas AS, sementara lima lainnya berhasil ditembak jatuh oleh sistem pertahanan.

Drone tersebut disebut menghantam area dekat menara penjaga. Personel di dalam kompleks diperintahkan untuk berlindung dengan prosedur darurat “duck and cover”.

Hingga saat ini belum ada laporan korban jiwa maupun luka-luka akibat serangan tersebut.

Gedung Putih, U.S. Department of State, dan U.S. Department of Defense belum memberikan tanggapan resmi atas insiden tersebut.

Serangan itu diduga dilakukan oleh kelompok Islamic Resistance in Iraq, sebuah koalisi milisi bersenjata yang didukung Iran.

Konflik di kawasan Timur Tengah meningkat sejak Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada 28 Februari.

Iran kemudian membalas dengan meluncurkan serangan ke wilayah Israel serta pangkalan militer AS di beberapa negara Teluk.

Baca Juga: Pasar Valas Wait and See pada Rebu (11/3) di Tengah Perang Iran, Dolar Bertahan

Duta Besar Iran untuk PBB menyebut serangan AS dan Israel telah menewaskan lebih dari 1.300 warga sipil Iran.

Sementara itu, Israel melaporkan sedikitnya 11 warga sipil tewas akibat serangan Iran, sedangkan militer AS menyatakan tujuh personelnya tewas dalam konflik tersebut.

Sebelumnya Reuters juga melaporkan sekitar 150 tentara AS mengalami luka-luka sejak perang dimulai.

Presiden AS Donald Trump menyatakan serangan terhadap Iran bertujuan menghilangkan ancaman yang disebutnya berasal dari program nuklir dan rudal balistik Iran, serta dukungan Teheran terhadap kelompok Hamas dan Hizbullah.

Iran sendiri membantah sedang mengembangkan senjata nuklir dan menyebut serangan tersebut sebagai pelanggaran terhadap kedaulatan negaranya.

TAG: