Drone Ukraina Serang Terminal Minyak dan Pangkalan Angkatan Laut di St Petersburg



KONTAN.CO.ID - ST PETERSBURG. Ukraina melancarkan serangan drone ke terminal minyak dan pangkalan angkatan laut di St Petersburg, Rusia, hanya beberapa jam sebelum dimulainya forum ekonomi internasional yang menjadi ajang kebanggaan Presiden Vladimir Putin.

Serangan tersebut dinilai sebagai upaya Kyiv untuk mempermalukan Kremlin sekaligus menunjukkan kerentanan kota-kota besar Rusia di tengah perang yang telah berlangsung lebih dari empat tahun.

Serangan terhadap St Petersburg, kota kelahiran Putin sekaligus lokasi penyelenggaraan forum ekonomi tahunan yang kerap disebut sebagai "Davos versi Rusia", terjadi ketika kedua negara semakin meningkatkan intensitas serangan satu sama lain tanpa tanda-tanda konflik akan segera berakhir.


Gubernur St Petersburg Alexander Beglov mengatakan bahwa sejumlah objek infrastruktur di tiga distrik kota terbesar kedua di Rusia itu menjadi sasaran serangan. Sementara itu, Gubernur wilayah Leningrad, Alexander Drozdenko, menyebut sistem pertahanan udara Rusia berhasil menembak jatuh 59 drone Ukraina dalam semalam.

Dalam pernyataannya, Beglov mengatakan, "Beberapa fasilitas mengalami kerusakan. Operasi pembersihan saat ini sedang berlangsung. Beberapa orang mengalami luka-luka. Tidak ada korban jiwa."

Baca Juga: Apparel Group Pertimbangkan IPO Unit India Awal 2027

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengonfirmasi bahwa drone Ukraina menyerang terminal bahan bakar tersebut. Ia juga menyebut bahwa sasaran lain adalah fasilitas militer di Kronstadt, sebuah pulau dekat St Petersburg yang menjadi lokasi elemen Armada Baltik Rusia serta pusat pembangunan dan perbaikan kapal militer.

Staf Umum Angkatan Bersenjata Ukraina menyatakan informasi awal menunjukkan kapal-kapal dan infrastruktur militer di Kronstadt turut terkena serangan. Namun, Reuters belum dapat memverifikasi secara independen tingkat kerusakan yang ditimbulkan baik di pangkalan tersebut maupun di terminal minyak.

Video yang beredar di media sosial, meski belum terverifikasi, memperlihatkan warga merekam drone Ukraina yang melintas di atas sebagian wilayah kota. Dalam rekaman tersebut terlihat kobaran api di area terminal ekspor bahan bakar, sementara suara tembakan pertahanan udara terdengar di latar belakang.

Pertanyaan tentang Efektivitas Pertahanan Udara Rusia

Serangan ini berpotensi memunculkan pertanyaan di dalam negeri Rusia mengenai efektivitas sistem pertahanan udaranya. Apalagi forum ekonomi internasional tersebut merupakan salah satu acara paling penting bagi Moskow dalam upaya menarik investasi asing dan menunjukkan stabilitas ekonomi di tengah sanksi Barat.

Meski demikian, lokasi utama forum dilaporkan mendapatkan pengamanan ketat dan tidak ada indikasi bahwa drone Ukraina berhasil mendekati area penyelenggaraan acara.

Asap Tebal Terlihat dari Pusat Kota

Koresponden Reuters di lokasi melaporkan terlihat kepulan asap abu-abu dari pusat bersejarah St Petersburg pada Rabu pagi. Ledakan keras juga terdengar di berbagai titik kota dan kemungkinan didengar oleh ratusan peserta forum yang telah tiba sebelum acara resmi dimulai.

Salah satu tamu paling menonjol tahun ini berasal dari Arab Saudi, termasuk Menteri Energi Pangeran Abdulaziz bin Salman.

Forum tersebut juga dijadwalkan dihadiri sejumlah tokoh asal Amerika Serikat, termasuk mantan bintang Hollywood Steven Seagal dan influencer konservatif Candace Owens.

Selain itu, Rodney Mims Cook Jr., pejabat yang ditunjuk Presiden Donald Trump untuk memimpin Commission of Fine Arts yang mengawasi proyek ballroom Gedung Putih, menjadi pejabat aktif pertama AS yang menghadiri forum tersebut sejak 2018, menurut Kremlin.

Baca Juga: Dua Raksasa Cat Mundur, AkzoNobel Tolak Tawaran Akuisisi Senilai €12,5 miliar

Bandara Terganggu, Puluhan Penerbangan Tertunda

Ancaman serangan drone juga memengaruhi operasional Bandara Pulkovo di St Petersburg. Otoritas penerbangan Rusia terpaksa memberlakukan pembatasan sementara terhadap penerbangan.

Media lokal melaporkan lebih dari 30 penerbangan mengalami penundaan maupun pembatalan akibat situasi keamanan tersebut.

Ini bukan pertama kalinya ancaman drone Ukraina mengganggu acara penting Rusia. Pada Mei lalu, ancaman serangan serupa juga membayangi parade militer tahunan Hari Kemenangan di Lapangan Merah Moskow yang memperingati kemenangan Uni Soviet atas Nazi Jerman.

Untuk pertama kalinya dalam beberapa tahun terakhir, Rusia memutuskan tidak menampilkan sejumlah alutsista utama dalam parade tersebut dengan alasan ancaman keamanan dari Ukraina.

Sebelum acara berlangsung, Zelensky bahkan sempat berjanji bahwa drone Ukraina tidak akan menyerang parade itu, yang juga dianggap sebagai upaya untuk mempermalukan Putin di hadapan publik internasional.