KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Perkumpulan Organisasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (POPSI) meminta PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) membuka data terkait klaim keberhasilan mempersempit selisih harga ekspor sawit dengan harga acuan pasar internasional. Permintaan tersebut muncul setelah CEO Danantara Rosan Roeslani menyebut, sejak DSI mulai beroperasi pada 1 Juni 2026, gap antara harga ekspor yang dideklarasikan eksportir dengan harga acuan internasional yang sebelumnya mencapai 30%-45%, khususnya untuk produk turunan sawit seperti RBD Olein, kini telah menyempit. Ketua Umum POPSI Mansuetus Darto mengatakan, klaim tersebut perlu didukung data pembanding dan metode penghitungan yang jelas agar dapat menjadi bahan evaluasi kebijakan.
DSI Klaim Gap Harga Ekspor Sawit Menyempit, Petani Sawit Minta Bukti
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Perkumpulan Organisasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (POPSI) meminta PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) membuka data terkait klaim keberhasilan mempersempit selisih harga ekspor sawit dengan harga acuan pasar internasional. Permintaan tersebut muncul setelah CEO Danantara Rosan Roeslani menyebut, sejak DSI mulai beroperasi pada 1 Juni 2026, gap antara harga ekspor yang dideklarasikan eksportir dengan harga acuan internasional yang sebelumnya mencapai 30%-45%, khususnya untuk produk turunan sawit seperti RBD Olein, kini telah menyempit. Ketua Umum POPSI Mansuetus Darto mengatakan, klaim tersebut perlu didukung data pembanding dan metode penghitungan yang jelas agar dapat menjadi bahan evaluasi kebijakan.
TAG: