DSLNG Tekan Emisi Lewat Inovasi BOG



KONTAN.CO.ID - JAKARTA.  PT Donggi Senoro LNG (DSLNG) terus mengembangkan inovasi teknologi untuk mengurangi emisi dari kegiatan operasional kilang gas alam cair atau liquefied natural gas (LNG). Upaya ini menjadi bagian dari langkah perusahaan dalam meningkatkan efisiensi operasional sekaligus mendukung pengelolaan lingkungan yang lebih berkelanjutan.

Penerapan teknologi dalam operasional kilang berperan penting untuk mengoptimalkan penggunaan energi, meningkatkan efisiensi proses produksi, serta menekan emisi yang dihasilkan dari kegiatan pengolahan gas alam.

Salah satu inovasi yang dijalankan perusahaan adalah penerapan rekayasa sistem dan pemanfaatan kembali Boil-Off Gas (BOG) untuk meningkatkan efisiensi pemanfaatan gas serta mengurangi emisi dari kegiatan operasional kilang LNG.


“DSLNG terus berupaya menjaga keandalan operasional sekaligus meningkatkan efisiensi pemanfaatan energi melalui inovasi dan optimalisasi fasilitas yang dimiliki,” kata Direktur Operasional DSLNG, Adi Kustanto, dalam keterangannya, Rabu (28/10/2026). 

Baca Juga: Entitas Grup PGAS, Nusantara Regas Salurkan 33 Kargo LNG Hingga Kuartal III-2026

Melalui inovasi  penerapan rekayasa sistem dan pemanfaatan kembali BOG, DSLNG berhasil menurunkan total flaring sebesar 49%, melampaui target penurunan yang ditetapkan sebesar 40%. 

Adi bilang, pencapaian ini menunjukkan keberhasilan perusahaan dalam mengoptimalkan pemanfaatan gas yang sebelumnya berpotensi dibakar melalui sistem flare, sekaligus mendukung upaya pengurangan emisi dan peningkatan efisiensi operasional.   Keberhasilan tersebut dicapai tanpa membangun fasilitas baru. Dengan mengandalkan rekayasa sistem dan optimalisasi infrastruktur yang telah tersedia, DSLNG mampu menciptakan nilai tambah ekonomi sekaligus meningkatkan efisiensi pemanfaatan sumber daya energi. 

Pendekatan ini menunjukkan bahwa inovasi teknologi dapat memberikan dampak nyata melalui peningkatan kinerja aset yang sudah ada, tanpa harus selalu disertai investasi untuk pembangunan fasilitas tambahan.

Atas keberhasilan perusahaan menerapkan rekayasa sistem dan pemanfaatan kembali BOG, DSLNG  meraih Penghargaan Energi Subroto 2026 dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dalam kategori Best Technology Innovation atau kategori Inovasi Teknologi Terbaik. 

Baca Juga: Pasokan Gas Pipa Menyusut, DEN Sebut Diskon Harga LNG Jadi Solusi Industri

Sementara itu, Wakil Menteri ESDM Yuliot menegaskan bahwa transformasi energi Indonesia berada di jalur yang tepat untuk mewujudkan kedaulatan energi nasional, meningkatkan nilai tambah di dalam negeri, menciptakan lapangan kerja, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. 

“Dalam hal ini, inovasi yang meningkatkan efisiensi pemanfaatan gas dan mengurangi emisi menjadi salah satu bentuk kontribusi industri energi terhadap pengelolaan sumber daya yang lebih optimal dan berkelanjutan,” tandasnya. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News