Dua belas perusahaan di Kadin siap IPO



JAKARTA. Bursa Efek Indonesia (BEI) menggandeng Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) untuk menjaring emiten baru. Kadin baru saja meneken perjanjian "Peningkatan Pemahaman Pasar Modal dan Penciptaan Investor" dengan BEI. Rosan Roeslani, Ketua Umum Kadin mengatakan, tahun ini, sudah ada 12 perusahaan anggota Kadin yang siap untuk melepas sahamnya ke publik dalam jangka waktu dua tahun ke depan. "Perusahaan itu terdiri dari bidang media, transportasi, perusahaan gas, dan beberapa perusahaan lainnya," ujar Rosan di Gedung BEI, Jakarta, Rabu (27/1). Nah, khusus tahun ini, tiga anggota Kadin akan melakukan proses Initial Public Offering (IPO). Rosan menyebut, ketiga perusahaan itu memiliki aset kurang lebih Rp 300 miliar, Rp 900 miliar, dan di atas Rp 1 triliun. Kadin berencana konsisten mendorong anggotanya untuk IPO. Harapannya, bakal ada satu perusahaan dari Kadin yang listing di BEI setiap bulannya. Rosan mengakui, Kadin sudah mensosialisasikan program ini ke Kadin daerah. Perusahaan yang baru merintis (start up) juga akan digenjot untuk bisa IPO.

"Ini akan baik untuk transparansi perusahaan itu sendiri," ujar Rosan. Direktur Utama BEI, Tito Sulistio mengatakan, penambahan jumlah emiten memang menjadi program BEI demi menjaring 35 emiten baru. BEI juga akan membuka coaching clinic untuk memberikan informasi bagi perusahaan-perusahaan yang berniat IPO.  

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Editor: Barratut Taqiyyah Rafie