JAKARTA. Petronas Indonesia kini semakin mantap menyelesaikan beberapa proyek hulu minyak dan gas bumi (migas). Dalam tahun ini ada dua blok migas yang siap untuk berproduksi. General Manager dan Country Chairman Petronas Indonesia Hazli Sham Kassim menjelaskan, minyak dan gas bumi kali pertama dari Lapangan Bukit Tua sudah berproduksi sejak 17 Mei 2015. "Itu salah satu blok migas kami yang sudah produksi," ujar Hazli Sham Kassim, akhir pekan lalu, saat 39th Indonesian Petroleum Association Convention and Exhibition (IPA Convex) 2015. Kepala Sub Bidang Protokoler dan Kehumasan Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Zuldadi Rafdi menyebut, pada fase awal, Lapangan Bukit Tua memproduksi minyak 3.700 barel per hari (bph) dan gas 2 juta standar kaki kubik per hari atau million standard cubic feet per day (mmscfd). Produksi dari Lapangan Bukit Tua akan naik 2016 menjadi 20.000 bph dan 50 mmscfd.
Dua blok Petronas siap produksi 2015
JAKARTA. Petronas Indonesia kini semakin mantap menyelesaikan beberapa proyek hulu minyak dan gas bumi (migas). Dalam tahun ini ada dua blok migas yang siap untuk berproduksi. General Manager dan Country Chairman Petronas Indonesia Hazli Sham Kassim menjelaskan, minyak dan gas bumi kali pertama dari Lapangan Bukit Tua sudah berproduksi sejak 17 Mei 2015. "Itu salah satu blok migas kami yang sudah produksi," ujar Hazli Sham Kassim, akhir pekan lalu, saat 39th Indonesian Petroleum Association Convention and Exhibition (IPA Convex) 2015. Kepala Sub Bidang Protokoler dan Kehumasan Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Zuldadi Rafdi menyebut, pada fase awal, Lapangan Bukit Tua memproduksi minyak 3.700 barel per hari (bph) dan gas 2 juta standar kaki kubik per hari atau million standard cubic feet per day (mmscfd). Produksi dari Lapangan Bukit Tua akan naik 2016 menjadi 20.000 bph dan 50 mmscfd.