Dua Bulan Jelang Puasa, BPN Siapkan Ketersediaan Pangan dari Sekarang



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Puasa tinggal dua bulan lagi, pemerintah dalam hal ini Badan Pangan Nasional atau National Food Agency (NFA) mulai melakukan monitoring ketersediaan pangan. Pasalnya kenaikan harga pangan kerap terjadi saat bulan puasa bahkan hingga lebaran. Maka persiapan untuk ketersediaan dan menjaga harga pangan mulai dilakukan NFA saat ini.

Kepala Badan Pangan Nasional (NFA) Arief Prasetyo Adi mengatakan, untuk menghadapi puasa maka penentuan neraca komoditas menjadi hal utama. Dari sana akan dilihat mana saja komoditi pangan yang bisa dipenuhi dari dalam negeri atau mana yang membutuhkan suplai dari impor.

Data ketersediaan pangan menjadi poin yang harus diperbarui selalu untuk melakukan menentukan kebijakan yang tepat. Selain terus memastikan produksi pangan di dalam negeri dapat mencukupi kebutuhan.


"Yang dari luar begitu neraca komoditas ini dapat harusnya cepat diinstruksikan untuk pengadaan. Walaupun prioritas pertama adalah pengadaan dari negeri," kata Arief ditemui usai Sidang Kabinet Paripurna di Istana Kepresidenan, Senin (16/1).

Baca Juga: Mentan Sebut Ada Surplus Produksi Padi, DPR Soroti Impor Beras

Ia berharap, dengan persiapan yang dilakukan sejak saat ini mampu menjaga stok dan harga pangan saat puasa. Selain memetakan data kebutuhan dan stok pangan, Badan Pangan Nasional juga menyiapkan mana saja komiditas pangan yang dapat disimpan di cold room.

"Bismillah mudah-mudahan aman. Kita dari sekarang sudah siapkan mana yang bisa kita masukkan cold room, kita masukkan cold room, kecuali yang perishable, cabe, bawang itu pun kita sekarang kita mulai atur supaya bisa pas waktu peak season mulai dari Maret sampai April itu untuk menjamin stok," jelasnya.

Menurutnya, guna menjaga ketersediaan pangan terutama yang bergantung dari impor, penentuan jumlahnya setidaknya dilakukan setiap tiga bulan.

Sehingga harapannya untuk ke depan jumlah importasi kebutuhan pangan seperti bawang putih, daging, gula hingga kedelai dapat ditentukan secepatnya. Adapun jumlah impor komoditas pangan akan ditentukan dalam Rakortas di Kemenko Perekonomian.

"Terakhir itu Desember, nah ini perlu ada meeting lagi satu kali untuk penentuan, contohnya gula, bawang putih itukan harus cepat memang, termasuk daging juga. Ya jadi akhir bulan ini harus udah dapat kuantitinya berapa supaya itu bisa jalan. Harus," imbuhnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Tendi Mahadi