Dua Direksi Borong Saham, Harga Saham BRMS Bangkit Usai Melemah
Sabtu, 03 Oktober 2026 07:24 WIB
Oleh: Adi Wikanto | Editor: Adi Wikanto
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga saham PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) bangkit usai melemah tajam. Pembalikan pergerakan harga saham BRMS terjadi setelah dua direktur beli saham perusahaan pertambangan mineral ini secara besar-besaran. Direktur PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) Adika Aryasthana Bakrie dan Muhammad Sulthon tercatat melakukan pembelian saham perseroan pada September hingga awal Oktober 2026. Aksi pembelian saham tersebut dilakukan ketika harga saham BRMS mengalami tekanan. Berdasarkan data perdagangan, saham BRMS ditutup di level Rp 570 per saham pada Jumat (2/10/2026), menguat 3,64% atau 20 poin dalam sehari.
Adika tercatat melakukan pembelian saham dalam beberapa transaksi. Pada 22 September 2026, ia membeli 750.500 saham BRMS dengan harga Rp 665 per saham. Kemudian pada 25 September, Adika kembali membeli 372.400 saham dengan harga Rp 670 per saham. Setelah dua transaksi tersebut, kepemilikannya menjadi 1.122.900 saham. Selanjutnya, Adika kembali menambah kepemilikan pada 28 September 2026 sebanyak 389.900 saham dengan harga Rp 640 per saham. Transaksi tersebut bernilai sekitar Rp 249,53 juta dan membuat kepemilikannya meningkat menjadi 1.512.800 saham. Sementara itu, Muhammad Sulthon membeli 180.500 saham BRMS pada 1 Oktober 2026. Transaksi dilakukan dalam tiga tahap dengan harga Rp 545-Rp 565 per saham. Rinciannya, Sulthon membeli 85.000 saham pada harga Rp 565, kemudian 10.000 saham pada harga Rp 545, dan 85.500 saham pada harga Rp 555 per saham. Total nilai transaksi mencapai sekitar Rp 100,21 juta. Setelah transaksi, kepemilikannya meningkat dari 40.000 saham menjadi 220.500 saham. Baca Juga: Saham GOTO Rebound, Cermati Prospek dan Rekomendasi Analis Total pembelian saham direksi BRMS Jika dihitung berdasarkan transaksi Adika pada 22, 25, dan 28 September serta pembelian Sulthon pada 1 Oktober, kedua direktur tersebut telah membeli **1.693.300 saham BRMS** dengan nilai transaksi sekitar **Rp 1,10 miliar**. Rinciannya, pembelian Adika mencapai 1.512.800 saham dengan nilai sekitar Rp 998,1 juta, sedangkan Sulthon membeli 180.500 saham senilai sekitar Rp 100,2 juta. Kedua transaksi tersebut disebut dilakukan untuk tujuan investasi. Dalam laporan terkait transaksi Sulthon, pembelian disebut dilakukan dengan kepemilikan saham langsung. Tonton: Dicopot Prabowo, Pratikno Beri Pesan ke Sugiono Dari Pascabencana hingga Pendidikan Gratis Saham BRMS menguat pada perdagangan 2 Oktober Di pasar saham, BRMS mengakhiri perdagangan Jumat (2/10/2026) di level Rp 570 per saham, naik 3,64% dari penutupan sebelumnya Rp 550. Pada perdagangan tersebut, saham BRMS bergerak pada rentang Rp 540-Rp 580. Data historis menunjukkan saham BRMS sebelumnya mengalami tekanan dalam beberapa sesi perdagangan, termasuk penurunan 6,78% pada 1 Oktober dan 6,06% pada 28 September.
Selama perdagangan 30 hari terakhir, harga saham BRMS terakumulasi melemah 21,9%. Dengan demikian, penguatan pada 2 Oktober menjadi rebound setelah serangkaian penurunan harga saham BRMS pada perdagangan sebelumnya. Adapun aksi pembelian saham oleh direksi merupakan transaksi investasi yang dilaporkan melalui keterbukaan informasi. Aksi tersebut tidak serta-merta menunjukkan arah pergerakan harga saham BRMS selanjutnya, sehingga perkembangan kinerja perusahaan dan sentimen pasar tetap menjadi faktor yang perlu diperhatikan investor.
Arrmanatha Nasir Jadi Menlu Ini Profil dan Perjalanan Diplomasi Menteri Luar Negeri Baru