Dua Direksi BRMS Borong 1,34 Juta Saham, Harga Turun 12,98% dalam Lima Hari



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Dua direksi PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) membeli saham emiten tambang mineral. Pada akhir September hingga awal Oktober 2026, dua direktur BRMS tersebut yakni Muhammad Sulthon dan Adika Aryasthana Bakrie.

Dua direksi tersebut tercatat aktif menambah kepemilikan saham BRMS untuk tujuan investasi. Total kedua direksi tersebut membeli 1,34 juta saham dengan nilai sekitar Rp 874,4 juta. 

Muhammad Sulthon tercatat melakukan dua kali pembelian saham BRMS. Sementara itu, Adika Aryasthana Bakrie juga menambah kepemilikannya dalam dua transaksi terpisah. Dengan demikian, dalam rangkaian transaksi tersebut, keduanya secara total memborong 1,34 juta saham BRMS.


Sulthon pertama kali membeli 40.000 saham BRMS pada 28 September 2026 di harga Rp 640 per saham.

Baca Juga: IHSG Terkoreksi 3,28% dalam Sepekan, Waspadai Tekanan dari Yield UST

Transaksi tersebut membuat kepemilikan langsung Sulthon yang sebelumnya nihil menjadi 40.000 saham. Dalam laporan, tujuan transaksi disebut untuk investasi.

Selanjutnya, Sulthon kembali meningkatkan kepemilikannya pada 1 Oktober 2026. Ia tercatat membeli total 180.500 saham BRMS melalui tiga transaksi.

Rinciannya, sebanyak 85.000 saham dibeli pada harga Rp 565 per saham, kemudian 10.000 saham pada harga Rp 545 per saham, dan 85.500 saham pada harga Rp 555 per saham.

Dengan tambahan tersebut, kepemilikan langsung Sulthon meningkat dari 40.000 saham menjadi 220.500 saham.

Jika dihitung berdasarkan harga transaksi masing-masing, nilai pembelian Sulthon pada 1 Oktober mencapai sekitar Rp 100,2 juta. Sementara pembelian 40.000 saham pada 28 September bernilai sekitar Rp25,6 juta. Dengan demikian, total nilai dua transaksi pembelian Sulthon mencapai sekitar Rp 125,8 juta.

Adika Aryasthana Bakrie juga tercatat agresif menambah kepemilikan saham BRMS. Adika pertama kali membeli 750.500 saham BRMS pada 22 September 2026 dengan harga Rp 665 per saham. Transaksi tersebut membuat kepemilikan langsungnya yang sebelumnya nihil menjadi 750.500 saham.

Tidak berhenti di situ, Adika kembali membeli 372.400 saham pada 25 September 2026 dengan harga Rp670 per saham. Setelah transaksi kedua tersebut, kepemilikannya meningkat menjadi 1.122.900 saham BRMS.

Dengan menggunakan harga transaksi yang dilaporkan, nilai pembelian Adika pada 22 September mencapai sekitar Rp 499,1 juta, sedangkan transaksi 25 September sekitar Rp 249,5 juta. Total nilai pembelian dalam dua transaksi tersebut sekitar Rp 748,6 juta.

Baca Juga: Dolar AS Perkasa, Analis Ungkap Prospek Yen Jepang dan Franc Swiss

Dengan demikian, berdasarkan seluruh transaksi yang dilaporkan, Adika menambah 1.122.900 saham BRMS, sementara Sulthon menambah 220.500 saham. Total saham yang dibeli kedua direktur tersebut mencapai 1.343.400 saham.

Kedua direktur menyatakan transaksi dilakukan untuk investasi dan melalui kepemilikan langsung. Pada Jumat (2/9/2026), harga saham BRMS naik 3,64% di Rp 570 per saham. Sementara dalam lima hari saham BRMS turun 12,98%. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News