Dua faktor bikin harga minyak ngendon di US$ 45



LONDON. Harga minyak dunia masih tertekan di kisaran US$ 45 per barel pada transaksi perdagangan hari ini (17/11). Mengutip data Bloomberg, pada pukul 08.10 waktu London, harga kontrak minyak jenis West Texas Intermediate (WTI) untuk pengantaran Desember berada di posisi US$ 45,52 per barel di New York Mercantile Exchange atau turun 5 sen.

Kemarin, harga kontrak yang sama meloort 24 sen menjadi US$ 45,57 per barel. Sementara, total volume transaksi sekitar 12% di bawah volume transaksi rata-rata 100 harian.

Sementara, harga minyak Brent untuk pengantaran Januari turun 8 sen menjadi US$ 46,55 per barel di ICE Futures Europe exchange London. Pada Rabu kemarin, harga kontrak minyak turun 32 sen menjadi US$ 46,63 per barel.


Ada beberapa faktor yang menyebabkan harga minyak tertekan. Salah satunya, terjadi kenaikan cadangan minyak AS untuk tiga pekan berturut-turut.

Kedua, digelarnya pertemuan informal antara OPEC dan Rusia tanpa kehadiran menteri perminyakan Iran dan Iraq.

"Pasar saat ini fokus ke OPEC. Kenaikan cadangan minyak di AS semakin menambah tekanan pada OPEC untuk memfinalisasi kesepekatan dengan segera. Tidak ada aksi dari OPEC bisa menyebabkan minyak anjlok ke US$ 35 per barel," kata Jonathan Barratt, chief investment Ayers Alliance Securities di Sydney.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Barratut Taqiyyah Rafie