Dua Investor Besar Borong Saham Perusahaan Taksi Ini dengan Harga Di Bawah Pasar



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Peta kepemilikan saham PT Blue Bird Tbk (BIRD) berubah pada Juli 2026 ini. Penyebabnya adalah aksi Chandra Investama yang memborong 78,4 juta saham BIRD. Bahkan Chandra Investama membeli saham perusahaan transportasi tersebut dengan harga di bawah harga pasar. 

Berdasarkan laporan perubahan kepemilikan saham, transaksi jumbo tersebut berlangsung pada 17 hingga 21 Juli 2026. Chandra Investama membeli sebanyak 78.400.000 saham BIRD dengan harga Rp 1.500 per saham. Dengan demikian, nilai transaksi tersebut diperkirakan mencapai Rp 117,6 miliar.

Setelah transaksi dilakukan, kepemilikan saham Chandra Investama meningkat menjadi 117.850.000 saham atau setara 4,71% dari total saham yang ditempatkan dan disetor penuh perseroan. Sebelum transaksi, Chandra Investama tercatat memiliki 39.450.000 saham atau sekitar 1,58%.


Aksi pembelian tersebut memperkuat posisi Chandra Investama sebagai salah satu pemegang saham signifikan di Blue Bird. Penambahan kepemilikan ini juga mencerminkan keyakinan investor terhadap prospek bisnis emiten transportasi tersebut dalam jangka panjang.

Baca Juga: Harga Terus Naik, Direktur Utama Tetap Berani Borong Jutaan Saham Ini

Selain itu, Purnomo Investama juga tercatat menambah kepemilikan saham BIRD. Perusahaan ini membeli 3.720.000 saham sehingga total kepemilikannya meningkat menjadi 50.120.000 saham atau sekitar 2,00% dari total saham perseroan.

Candra Investama dan Purnomo Investama tampaknya mendapatkan saham BIRD dari Pusaka Citra Djokosoetono. Setelah transaksi, kepemilikan saham BIRD oleh Pusaka Citra Djokosoetono turun dari 709.860.000 saham atau 28,37% menjadi 553.060.000 saham atau setara 22,10%.

Meski demikian, Pusaka Citra Djokosoetono masih menjadi pemegang saham utama. Porsi kepemilikannya kini berkurang lebih dari enam poin persentase.

Sementara itu, Chandra Investama semakin mendekati ambang batas kepemilikan 5%, yang menjadikannya salah satu pemegang saham dengan pengaruh yang lebih besar dalam struktur kepemilikan perseroan.

Secara keseluruhan, kepemilikan pemegang saham signifikan di Blue Bird masih berada di atas 60% dari total saham beredar. Namun, komposisinya mengalami perubahan seiring aksi akumulasi dan divestasi yang dilakukan para investor besar.

Perubahan komposisi pemegang saham ini menjadi salah satu informasi yang dicermati pelaku pasar karena dapat mencerminkan pandangan investor terhadap prospek bisnis perusahaan di masa mendatang, sekaligus berpotensi memengaruhi dinamika pengambilan keputusan dalam rapat umum pemegang saham (RUPS).

Pada perdagangan Rabu 22 Juli 2026, harga saham BIRD turun ke Rp 1.630, berkurang 10 poin atau 0,61% secara harian.  

Heboh! Wali Kota New York Pertimbangkan Tangkap Netanyahu Saat Sidang PBB
© 2026 Konten oleh Kontan
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News