Dua Kapal Tanker Pertamina Masih Berada di Kawasan Teluk Arab, Ini Kondisinya



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Ketegangan geopolitik di Timur Tengah kembali memanas menyusul kegagalan perundingan damai antara Amerika Serikat (AS) dan Iran. Di tengah ancaman blokade Selat Hormuz oleh AS, PT Pertamina (Persero) terus memantau posisi armada kapal tankernya yang beroperasi di wilayah tersebut.

Vice President Corporate Communication Pertamina, Muhammad Baron mengungkapkan, saat ini dua kapal milik perusahaan masih berada di zona tersebut. 

"Saat ini dua kapal tanker milik Pertamina International Shipping masih berada di Kawasan Teluk Arab. Komunikasi dengan pihak berwenang dan kru terus dilakukan untuk memastikan kondisi mereka dan muatan kapal tetap aman," jelasnya kepada Kontan.co.id, Rabu (15/4/2026).


Baca Juga: Krisis Nafta Global, Kemenperin Cari Pasokan Baru di Luar Timur Tengah

Baron mengungkapkan, pihaknya menyadari bahwa eskalasi konflik di jalur krusial distribusi minyak dunia ini bakal berdampak langsung pada pergerakan harga komoditas energi. Menurutnya, ketegangan ini memicu fluktuasi harga minyak mentah di pasar internasional yang perlu diantisipasi.

"Geopolitik global di kawasan Timur Tengah memengaruhi volatilitas harga minyak dunia. Namun, Pertamina terus melakukan monitoring secara ketat dinamika harga serta mengoptimalkan strategi pengadaan energi agar ketersediaan energi bagi masyarakat tetap terjaga," ungkapnya.

Selain memastikan keamanan pasokan dan distribusi, Pertamina juga berupaya menjaga ketahanan stok energi nasional agar tidak terganggu oleh dinamika eksternal. Perusahaan pelat merah ini memastikan seluruh lini operasi, dari pengadaan hingga distribusi, tetap berjalan optimal.

Di sisi lain, Pertamina mengharapkan peran serta masyarakat dalam menjaga kestabilan energi di dalam negeri.

"Pertamina juga mengimbau masyarakat agar bijak menggunakan energi," pungkas Baron.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News