JAKARTA. Pusat perbelanjaan alias mal menjadi proyek empuk bagi perusahaan properti di Jakarta, khususnya di wilayah Jakarta Selatan. Selama kuartal I tahun 2013 saja, sudah ada dua mal baru yang beroperasi di Jakarta Selatan Berdasarkan riset lembaga properti Cushman & Wakefield Research, Jakarta Selatan menempati posisi sebagai pemasok ritel terbesar, yakni sebesar 852.400 meter persegi atau 22% dari total pasokan. Posisi kedua ada di Jakarta Central Business District (CBD) sebesar 811.000 meter persegi atau 21,1%. Sementara untuk Jakarta Utara dan Barat masing-masing memberikan kontribusi sebesar 758.900 meter persegi (19,8%) dan 660.400 meter persegi (17,2%). Total pasokan ritel di Jakarta sendiri pada kuartal I 2013 mencapai 3.840.800 meter persegi.
Dua mal baru tambah pasokan ritel Jakarta Selatan
JAKARTA. Pusat perbelanjaan alias mal menjadi proyek empuk bagi perusahaan properti di Jakarta, khususnya di wilayah Jakarta Selatan. Selama kuartal I tahun 2013 saja, sudah ada dua mal baru yang beroperasi di Jakarta Selatan Berdasarkan riset lembaga properti Cushman & Wakefield Research, Jakarta Selatan menempati posisi sebagai pemasok ritel terbesar, yakni sebesar 852.400 meter persegi atau 22% dari total pasokan. Posisi kedua ada di Jakarta Central Business District (CBD) sebesar 811.000 meter persegi atau 21,1%. Sementara untuk Jakarta Utara dan Barat masing-masing memberikan kontribusi sebesar 758.900 meter persegi (19,8%) dan 660.400 meter persegi (17,2%). Total pasokan ritel di Jakarta sendiri pada kuartal I 2013 mencapai 3.840.800 meter persegi.