Dua Pekan, Dana Asing di SBI Naik Rp 2,2 Triliun



JAKARTA. Dana asing yang sempat keluar dari Sertifikat Bank Indonesia (SBI) di dua pekan terakhir Januari 2010, mulai kembali. Meski belum setinggi pencapaian awal tahun 2010, dalam dua pekan pertama Februari ini, dana asing yang masuk ke SBI naik Rp 2,2 triliun.

Deputi Gubernur BI Hartadi Agus Sarwono menuturkan, dana asing di SBI per 16 Februari mencapai Rp 52,6 triliun. "Awal bulan, posisinya di Rp 50,4 triliun," kata Hartadi, kepada KONTAN, Kamis (18/2).

Menurut catatan KONTAN, rekor SBI asing tertinggi tercatat pada 18 Januari, yang mencapai Rp 60,4 triliun. Namun, layaknya hot money, kondisi itu tak bertahan lama. Setelah melonjak Rp 10,9 triliun dalam waktu kurang dari dua pekan (8/1 sampai 18/1), dana asing di SBI langsung anjlok sampai Rp 10 triliun hingga awal bulan ini.


Ekonom Standard Chartered Bank Eric Alexander Sugandi menilai, naiknya dana asing dipicu fundamental Indonesia yang positif. Pertama, imbal hasil masih tergolong tinggi. Kedua, prediksi pertumbuhan ekonomi yang terus membaik tahun ini. Ketiga, peluang Indonesia masuk daftar investment grade. "Ketiga hal itu membuat investor asing tertarik mampir ke Indonesia," kata Eric.

Penyerapan SBI naik

Langkah BI meningkatkan penyerapan lelang SBI juga menjadi penarik masuknya hot money. Sebagai gambaran, dalam tiga kali lelang SBI sepanjang Februari, nilai yang diserap BI cukup besar.

Pada lelang terakhir, Rabu (17/2), BI menyerap Rp 54,99 triliun. Lalu di lelang sebelumnya, Rabu (10/2), terserap Rp 64 triliun. Begitu juga di awal bulan, Kamis (4/2), dana yang terserap Rp 52 triliun. Bandingkan dengan penyerapan di 27 Januari, yang hanya Rp 43,6 triliun.

Ekonom Senior Bank Mandiri M. Doddy Arifianto, mengatakan, BI tampaknya memberi sinyal meningkatkan penyerapan likuiditas untuk mengendalikan inflasi. "Tapi, ini masih sinyal-sinyal awal," katanya.

Dengan menyerap likuiditas, imbuh Doddy, BI berharap bisa menghindari spekulasi valuta asing. Toh, sebenarnya yang harus lebih diwaspadai BI adalah aliran hot money. "Kalau dana tiba-tiba keluar serentak, bisa menimbulkan instabilitas sistem keuangan," ucap Doddy.

Apalagi, dana sing kebanyakan masuk ke SBI bertenor satu bulan. Maklum, yield -nya sangat menarik, sekitar 6,41525%. Artinya, asing melihat selain gampang dicairkan, SBI juga memberikan keuntungannya lumayan

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News