Dua Putra (DPUM) Beri Penjelasan Terkait Insiden Kebakaran di Fasilitas Operasional



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Dua Putra Utama Makmur Tbk (DPUM) menyampaikan pernyataan resmi sehubungan dengan insiden kebakaran yang terjadi di fasilitas operasional perusahaan yang berlokasi di Jalan Raya Pati-Juwana Km 7, Kelurahan Purworejo, Kecamatan Pati, Kabupaten Pati, Jawa Tengah, pada Sabtu (6/6/2026).

Insiden kebakaran terdeteksi pertama kali sekitar pukul 06.00 WIB. Pihak perusahaan segera mengaktifkan protokol tanggap darurat internal begitu insiden diketahui. Koordinasi dengan pihak eksternal juga dilakukan secara bersamaan tanpa penundaan.

Direktur Utama DPUM Bambang Panca Putra Yudiono mengatakan hingga kini tidak terdapat korban jiwa maupun korban luka serius akibat insiden tersebut.


"Keselamatan seluruh karyawan dan pihak-pihak yang berada di area fasilitas pada saat kejadian telah terkonfirmasi. Hal ini merupakan prioritas utama perseroan dan kami bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas perlindungan-Nya," kata Bambang dalam keterangan resminya, Senin (8/6/2026).

Baca Juga: Saat Dolar AS Perkasa, Cermati Valas Rekomendasi Analis

Bambang juga menyampaikan bahwa dalam kondisi terkini api telah berhasil dipadamkan sepenuhnya. Upaya pemadaman dilakukan secara cepat dan terkoordinasi sehingga eskalasi lebih lanjut dapat dicegah.

"Perseroan saat ini tengah melakukan asesmen menyeluruh terhadap kondisi fasilitas guna memastikan keamanan area sebelum aktivitas operasional kembali dijalankan," ujarnya.

Dalam penanganan insiden ini, DPUM telah berkoordinasi dan bersinergi secara aktif dengan sejumlah instansi terkait, antara lain Dinas Pemadam Kebakaran serta kepolisian setempat.

"Perseroan mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang sebesar-besarnya atas respons cepat dan profesionalisme seluruh aparat yang telah membantu dalam penanganan situasi darurat ini. Kerja sama lintas instansi tersebut berkontribusi signifikan terhadap cepatnya penanganan dan minimalisasi dampak insiden," ujarnya.

Sebagai tindak lanjut, DPUM saat ini tengah melakukan investigasi internal secara menyeluruh untuk mengidentifikasi penyebab pasti terjadinya kebakaran. Hasil investigasi akan disampaikan kepada seluruh pemangku kepentingan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku, termasuk kewajiban keterbukaan informasi kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia (BEI).

DPUM berkomitmen penuh untuk senantiasa transparan dan akuntabel dalam setiap perkembangan situasi ini.

Dari sisi keberlangsungan operasional dan kondisi keuangan, Bambang menyampaikan bahwa akibat insiden ini pihaknya telah mengalihkan aktivitas produksi yang terdampak ke fasilitas operasional lain milik perusahaan sehingga kesinambungan pasokan kepada pelanggan dapat tetap terjaga semaksimal mungkin.

Baca Juga: IHSG Anjlok 4,52%, Bos BEI Minta Investor Tetap Rasional di Tengah Gejolak

DPUM memperkirakan kondisi operasional dapat pulih sepenuhnya dalam kurun waktu enam bulan ke depan, sejalan dengan progres pemulihan fasilitas dan normalisasi lini produksi. Saat ini perusahaan masih melakukan pendataan dampak akibat musibah kebakaran tersebut.

Meski demikian, perusahaan optimistis insiden tersebut tidak menyebabkan gangguan material terhadap kegiatan operasional dan kondisi keuangan perusahaan.

Melansir laman Kompas.com, kebakaran hebat tersebut dilaporkan telah menghanguskan sekitar 70% dari total keseluruhan bangunan milik PT Dua Putra Utama Makmur.

Sedikitnya terdapat empat gedung utama yang mengalami tingkat kerusakan sangat berat akibat amukan si jago merah.

Beberapa bangunan yang terdampak parah di antaranya adalah fasilitas cold storage yang berfungsi menyimpan bahan baku pangan seperti daging sapi dan daging ayam, serta kawasan gudang produksi yang berisi berbagai material mudah terbakar, termasuk plastik dan perlengkapan produksi lainnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News