KONTAN.CO.ID - Cambricon saat ini menjadi salah satu perusahaan chip kecerdasan buatan (AI) dengan pertumbuhan paling menjanjikan di China. Perusahaan yang disebut sebagai 'Nvidia dari China' ini dikelola oleh dua bersaudara, Chen Tianshi dan Chen Yunji. Chen Bersaudara sejak muda menekuni dunia riset melalui program “
genius youth” di Chinese Academy of Sciences (CAS). Setelah bertahun-tahun meneliti AI dan semikonduktor, keduanya merilis prosesor khusus d
eep learning pertama mereka pada 2015. Cambricon resmi berdiri setahun kemudian dan langsung mendapatkan Huawei sebagai pelanggan awal.
Baca Juga: Kisah Hans Wilsdorf: Pencipta Rolex yang Jadi Simbol Kemewahan Dari CAS Menuju Cambricon Dilansir dari
VnExpress, di CAS Yunji fokus mendalami semikonduktor, sementara Tianshi menekuni algoritma kecerdasan buatan. Mereka baru mulai mengeksplorasi konsep “AI plus chip" atau penggunaan prosesor khusus untuk mempercepat proses
deep learning pada tahun 2010. Riset mereka mendapat perhatian luas pada 2014 setelah makalah mereka memenangkan penghargaan utama di konferensi ASPLOS (
Architectural Support for Programming Languages and Operating Systems). Bermodalkan tim kecil berisi 20 orang di laboratorium berukuran 30 meter persegi, Chen Bersaudara mengembangkan prototipe prosesor khusus
deep learning pada 2015. Tahun 2016, dengan dukungan CAS, mereka resmi mendirikan Cambricon Technologies, dengan Tianshi sebagai CEO dan Yunji sebagai Kepala Ilmuwan. Pelanggan pertama mereka adalah raksasa teknologi Huawei. Nama Cambricon terinspirasi dari Era Kambrium, yaitu masa di mana evolusi berjalan sangat cepat.
Baca Juga: Kisah George Soros: Sempat Kabur dari Nazi, Kini Jadi Miliarder Filantropis IPO Sukses, Pelanggan Berdatangan Cambricon melantai di STAR Market Shanghai pada 2020. Tak butuh waktu lama, sahamnya langsung melonjak 230% pada hari pertama perdagangan. Tak lama, valuasi pasar perusahaan menembus 100 miliar yuan. Pada kuartal keempat tahun 2024 (Q4 2025), mereka mencatatkan profit pertama sebesar 272 juta yuan, pendapatan naik 75,5% YoY ke 989 juta yuan. Di tahun tersebut, Cambricon mengambil langkah agresif dengan beralih ke segmen
cloud computing accelerators, yaitu chip yang dipakai untuk pelatihan model AI skala besar. Strategi ini membuahkan hasil. Menjelang akhir 2024, kolaborasi dengan ByteDance meningkatkan kompatibilitas perangkat lunak chip Cambricon terhadap ekosistem Nvidia. Pelanggan besar seperti China Telecom, Alibaba, Tencent, dan Baidu mulai melirik Cambricon karena mereka ingin alternatif selain Huawei.
Baca Juga: Winklevoss Twins Bertaruh pada Zcash, Saham Cypherpunk Melejit Pertumbuhan Pesat Baru-baru ini, tepatnya pada Q3 2025, pendapatan Cambricon mencapai 1,73 miliar yuan, dengan laba 567 juta yuan. Catatan sangat positif, mengingat tahun sebelumnya perusahaan ini rugi 194 juta yuan. Sebelum menutup tahun 2025, Cambricon memperkirakan pendapatan tahunan dapat menembus 5-7 miliar yuan. Goldman Sachs memproyeksikan, pendapatan 2026 dapat mencapai 13,8 miliar yuan. Bersamaan dengan itu, pangsa pasar Cambricon di chip AI naik dari 3% menjadi 11% pada 2028. Hingga November 2025, nama Chen Tianshi ada di peringkat ke-12 dalam daftar orang terkaya di China. Dalam pemeringkatan
Forbes, kekayaan Tianshi ada di angka US$22,1 miliar. Perannya sebagai chairman dan CEO membuat Tianshi mendapatkan pemasukan lebih besar ketimbang sang kakak yang banyak bekerja di balik layar sebagai pemimpin tim peneliti. Dalam sebuah panggilan investor, Chen Tianshi menegaskan bahwa Cambricon memiliki misi besar, yaitu ikut serta memajukan teknologi AI. "Perusahaan ini harus memikul misi dan tanggung jawab untuk memajukan teknologi AI di era ini," ungkapnya. Meski tetap menghadapi persaingan sengit, banyak analis menilai Cambricon memiliki peluang besar menjadi tulang punggung industri AI China.
Baca Juga: Profil Robert Kuok: Dari Penjual Gula, Jadi Penguasa Jaringan Hotel Shangri-La Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News