JAKARTA. Pertumbuhan ekonomi yang kian lesu memberikan imbas pada perlambatan penyaluran kredit. Nelson Tampubolon, Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Bidang Perbankan, menyampaikan, sektor kredit yang terkena imbas perlambatan kredit adalah pertambangan dan konstruksi. Pasalnya, kedua sektor itu sedang menghadapi pengurangan permintaan dan penurunan harga, sehingga tidak banyak kredit mengalir kedua sektor kredit tersebut. Serta, bank-bank sangat membatasi penyaluran kredit ke pertambangan untuk meminimalisir risiko kredit bermasalah atau non performing loan (NPL). Misalnya, Berdasarkan data Statistik Perbankan Indonesia (SPI), kredit pertambangan dan penggalian hanya tumbuh 6,75% menjadi Rp 127,26 triliun per Maret 2015, dibandingkan posisi Rp 119,21 triliun per Maret 2014. Padahal, pada periode tahun sebelumnya kredit ini tumbuh 14,42% dibandingkan posisi Rp 104,74 triliun per Maret 2013.
Dua sektor ini kena imbas koreksi kredit
JAKARTA. Pertumbuhan ekonomi yang kian lesu memberikan imbas pada perlambatan penyaluran kredit. Nelson Tampubolon, Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Bidang Perbankan, menyampaikan, sektor kredit yang terkena imbas perlambatan kredit adalah pertambangan dan konstruksi. Pasalnya, kedua sektor itu sedang menghadapi pengurangan permintaan dan penurunan harga, sehingga tidak banyak kredit mengalir kedua sektor kredit tersebut. Serta, bank-bank sangat membatasi penyaluran kredit ke pertambangan untuk meminimalisir risiko kredit bermasalah atau non performing loan (NPL). Misalnya, Berdasarkan data Statistik Perbankan Indonesia (SPI), kredit pertambangan dan penggalian hanya tumbuh 6,75% menjadi Rp 127,26 triliun per Maret 2015, dibandingkan posisi Rp 119,21 triliun per Maret 2014. Padahal, pada periode tahun sebelumnya kredit ini tumbuh 14,42% dibandingkan posisi Rp 104,74 triliun per Maret 2013.