Dua Tahun Pasca Alih Kelola Blok Rokan, Pertamina Hulu Rokan Capai Produksi Tertinggi



KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Genap dua tahun pasca alih kelola Blok Rokan, PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) kini berada di puncak produksi minyak dan gas (migas) Indonesia.

Pertamina Hulu Rokan mencatat pencapaian produksi 172.000 barel setara minyak per hari. Dengan capaian ini, Pertamina Hulu Rokan terus menunjang terwujudnya target 1 juta barel di 2030. 

EVP Upstream Bussines Pertamina Hulu Rokan Edwil Suzandi mengatakan, capaian tertinggi produksi Pertamina Hulu Rokan Wilayah Kerja (WK) Rokan diraih bertepatan dengan peringatan 2 tahun alih kelola Blok Rokan oleh Pertamina dan juga peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-66 Provinsi Riau.


Baca Juga: Genap Dua Tahun Alihkelola, Pertamina Hulu Rokan (PHR) Capai Puncak Produksi

“Produksi PHR di Blok Rokan mencapai angka 172.710 barrel oil per day (BOPD), dimana ini merupakan angka tertinggi sejak alih kelola dan juga insyaAllah menjadi angka produksi migas tertinggi di Indonesia saat ini," kata Edwil.

Edwil menegaskan, capaian tertinggi ini tak lepas dari andil para pekerja dan mitra kerja Pertamina Hulu Rokan, serta dukungan dari para pemangku kebijakan dan juga masyarakat Riau.

“Semoga PHR bisa terus meningkatkan kinerjanya dalam upaya menopang energi nasional dan capaian target 1 juta barel minyak per hari pada 2030," sambung Edwil.

Edwil mengatakan, capaian produksi tersebut juga tak lepas dari masifnya kegiatan pengeboran, didukung dengan kinerja yang andal dan selamat. Sejak alih kelola, Pertamina Hulu Rokan telah mengebor sebanyak 825 sumur dan ada 84 rig di WK Rokan.

Baca Juga: Hingga Juni 2023, Produksi Migas Pertamina Hulu Energi (PHE) Naik 8%

Pertamina Hulu Rokan juga berhasil mempersingkat waktu pengeboran hanya dalam waktu 5 hari. Jadi dalam sebulan, Pertamina Hulu Rokan bisa mengebor sebanyak 30 hingga 40 sumur baru. Hal ini menjadikan Pertamina Hulu Rokan lebih produktif.

Untuk diketahui, tren positif kenaikan produksi Pertamina Hulu Rokan sudah terlihat sejak akhir Juli 2023, di mana angka tertinggi berturut-turut di antaranya 167.645 BOPD pada 31 Juli 2023, kemudian 168.730 BOPD pada 1 Agustus 2023, berlanjut 167.034 BOPD pada 2 Agustus 2023 dan 169.282 BOPD pada 7 Agustus 2023.

Ditambah lagi, saat ini Pertamina Hulu Rokan tengah mengupayakan produksi Minyak Non Konvensional (MNK) yang ada di sumur Gulamo dan Kelok yang ada di Kabupaten Rokan Hilir (Rohil).

Baca Juga: Kolaborasi Pertamina Grup & Mitra, Sokong Keberlanjutan & Net Zero Emission (NZE)

Pengeboran sumur MNK merupakan salah satu pengeboran terbesar yang dilakukan Pertamina Hulu Rokan, karena harus menembus hingga kedalaman 8.500 kaki dengan kapasitas rig sebesar 1.500 horsepower (HP).

“Peluang MNK ini diharapkan bisa berkontribusi bagi produksi migas nasional,” tutup Edwil.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Noverius Laoli