KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka telah menjabat sebagai Presiden dan Wakil Presiden Indonesia selama dua tahun. Selama periode tersebut, penyerapan tenaga kerja masih menjadi tantangan di tengah tekanan terhadap pelaku usaha dan kebutuhan penciptaan lapangan kerja bagi lulusan baru. Pengamat kebijakan publik Trubus Rahadiansyah menilai, rekrutmen di sektor swasta belum sesuai harapan masyarakat. Tekanan global dan kebijakan pemerintah yang dinilai berubah-ubah turut memengaruhi ruang gerak perusahaan untuk ekspansi dan merekrut pekerja. “Rekrutmen swasta memang ada, tetapi tidak terlalu banyak dan belum sesuai ekspektasi publik. Masyarakat mengharapkan lapangan pekerjaan yang lebih luas,” ujar Trubus kepada KONTAN, Selasa (20/10). Baca Juga: Dua Tahun Prabowo-Gibran, CELIOS Soroti Kualitas Penciptaan Lapangan Kerja Selain memperluas kesempatan kerja, pemerintah juga perlu memastikan program Magang Nasional membuka jalan menuju pekerjaan tetap. Menurut Trubus, peserta magang membutuhkan pendampingan setelah program selesai agar dapat terserap di perusahaan, baik di tingkat pusat maupun daerah. “Setelah magang, seharusnya ada pendampingan agar mereka memperoleh pekerjaan tetap. Kalau kinerjanya bagus, peserta bisa direkrut oleh perusahaan tempat magang atau disalurkan ke perusahaan lain,” ungkapnya. Trubus menambahkan, pemerintah perlu memperkuat iklim usaha agar perusahaan mampu berkembang dan membuka lebih banyak lowongan kerja. Upaya tersebut penting di tengah tekanan terhadap dunia usaha dan tantangan penciptaan pekerjaan bagi generasi muda. “Pemerintah perlu menampung tenaga kerja muda dengan memperluas kesempatan kerja. Penyalurannya bisa melalui perusahaan nasional maupun perusahaan di daerah, termasuk BUMN dan BUMD,” pungkasnya. Baca Juga: Bappenas Akui Ketergantungan Daerah pada Transfer Pusat Masih Tinggi
Dua Tahun Prabowo, Penyerapan Tenaga Kerja Masih Jadi Tantangan
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka telah menjabat sebagai Presiden dan Wakil Presiden Indonesia selama dua tahun. Selama periode tersebut, penyerapan tenaga kerja masih menjadi tantangan di tengah tekanan terhadap pelaku usaha dan kebutuhan penciptaan lapangan kerja bagi lulusan baru. Pengamat kebijakan publik Trubus Rahadiansyah menilai, rekrutmen di sektor swasta belum sesuai harapan masyarakat. Tekanan global dan kebijakan pemerintah yang dinilai berubah-ubah turut memengaruhi ruang gerak perusahaan untuk ekspansi dan merekrut pekerja. “Rekrutmen swasta memang ada, tetapi tidak terlalu banyak dan belum sesuai ekspektasi publik. Masyarakat mengharapkan lapangan pekerjaan yang lebih luas,” ujar Trubus kepada KONTAN, Selasa (20/10). Baca Juga: Dua Tahun Prabowo-Gibran, CELIOS Soroti Kualitas Penciptaan Lapangan Kerja Selain memperluas kesempatan kerja, pemerintah juga perlu memastikan program Magang Nasional membuka jalan menuju pekerjaan tetap. Menurut Trubus, peserta magang membutuhkan pendampingan setelah program selesai agar dapat terserap di perusahaan, baik di tingkat pusat maupun daerah. “Setelah magang, seharusnya ada pendampingan agar mereka memperoleh pekerjaan tetap. Kalau kinerjanya bagus, peserta bisa direkrut oleh perusahaan tempat magang atau disalurkan ke perusahaan lain,” ungkapnya. Trubus menambahkan, pemerintah perlu memperkuat iklim usaha agar perusahaan mampu berkembang dan membuka lebih banyak lowongan kerja. Upaya tersebut penting di tengah tekanan terhadap dunia usaha dan tantangan penciptaan pekerjaan bagi generasi muda. “Pemerintah perlu menampung tenaga kerja muda dengan memperluas kesempatan kerja. Penyalurannya bisa melalui perusahaan nasional maupun perusahaan di daerah, termasuk BUMN dan BUMD,” pungkasnya. Baca Juga: Bappenas Akui Ketergantungan Daerah pada Transfer Pusat Masih Tinggi