Dua VLCC China Angkut 4 Juta Barel Minyak Saudi, Tinggalkan Laut Merah



KONTAN.CO.ID - Dua kapal tanker minyak raksasa milik China yang mengangkut sekitar 4 juta barel minyak mentah Arab Saudi bergerak menuju Selat Bab el-Mandeb untuk keluar dari Laut Merah pada Kamis (23/7/2026), di tengah meningkatnya ketegangan keamanan di kawasan tersebut.

Mengutip Reuters, data pelayaran LSEG menunjukkan kapal Very Large Crude Carrier (VLCC) Xin Long Yang berbendera Singapura kembali melanjutkan pelayarannya ke arah selatan pada Rabu (22/7) malam waktu setempat.

Baca Juga: Lapangan Kerja Australia Melonjak pada Juni, Tingkat Pengangguran Tetap 4,4%


Sebelumnya, kapal tersebut sempat berputar arah (U-turn) dan berhenti di tengah Laut Merah pada Selasa (21/7), sebelum akhirnya kembali melanjutkan perjalanan.

Berdasarkan data pelayaran, Xin Long Yang saat ini berlayar melewati pesisir Yaman menuju Selat Bab el-Mandeb.

Di belakangnya, kapal VLCC Cosnew Lake berbendera China juga mengikuti rute yang sama.

Kedua kapal tersebut dikelola oleh Cosco Shipping. Namun, hingga berita ini ditulis, perusahaan belum memberikan tanggapan atas permintaan komentar.

Data Automatic Identification System (AIS) juga menunjukkan kedua kapal mengindikasikan terdapat awak berkewarganegaraan China di atas kapal.

Baca Juga: Zohran Mamdani Tak Bisa Tangkap Netanyahu di New York, Ini Dasar Hukumnya

Kedua VLCC tersebut diketahui memuat minyak mentah dari pelabuhan Yanbu, Arab Saudi, pada awal pekan ini sebelum memulai pelayaran melalui Laut Merah.

Pergerakan kedua supertanker itu menjadi sorotan karena terjadi di tengah meningkatnya risiko keamanan di kawasan Laut Merah, setelah Amerika Serikat melancarkan serangan baru terhadap Iran dan kelompok Houthi di Yaman yang menargetkan kapal tanker minyak di jalur pelayaran strategis tersebut.