Dubai Batasi Penerbangan Asing hingga Akhir Mei, Maskapai India Paling Terpukul



KONTAN.CO.ID - Otoritas Dubai membatasi maskapai asing hanya boleh mengoperasikan satu penerbangan per hari ke bandara mereka hingga 31 Mei 2026.

Kebijakan ini diambil imbas konflik Iran dan memicu kekhawatiran penurunan pendapatan, terutama bagi maskapai asal India.

Melansir Reuters Jumat (10/4/2026), dalam surat yang dikirim ke pemerintah India, Federation of Indian Airlines (FIA) yang mewakili IndiGo, Air India, dan SpiceJet meminta agar pembatasan tersebut dicabut.


Baca Juga: Jepang Lepas Cadangan Minyak Tambahan 20 Hari, Antisipasi Krisis Energi Dalam Negeri

Jika tidak, mereka mendorong pemerintah India mempertimbangkan langkah balasan terhadap maskapai Dubai seperti Emirates dan flydubai.

Dalam email internal kepada maskapai pada 27 Maret, operator Dubai Airports menyatakan bahwa maskapai asing hanya diperbolehkan satu kali penerbangan pulang-pergi per hari ke Dubai International Airport (DXB) dan Al Maktoum International Airport (DWC) selama musim panas, yakni 20 April hingga 31 Mei.

“Maskapai tetap dibatasi satu rotasi per hari hingga kapasitas memungkinkan penambahan slot,” demikian isi komunikasi tersebut.

Baca Juga: Produsen Minyak Timur Tengah Siap Pengiriman ke Asia, Tunggu Pembukaan Selat Hormuz

FIA menilai kebijakan ini tidak berlaku bagi maskapai berbasis di Dubai, sehingga menciptakan ketimpangan dan berpotensi menyebabkan kerugian pendapatan yang signifikan bagi maskapai India.

Kondisi ini semakin membebani maskapai India yang sebelumnya sudah menghadapi tekanan akibat kenaikan harga bahan bakar serta rute penerbangan yang lebih panjang karena larangan melintasi wilayah udara Pakistan sejak meningkatnya ketegangan militer kedua negara.

Berdasarkan data, India merupakan sumber penumpang terbesar bagi DXB pada 2025 dengan total 11,9 juta penumpang.

Dari jadwal penerbangan April–Mei, Air India Express dan Air India merencanakan lebih dari 750 penerbangan ke Dubai.

IndiGo menjadwalkan 481 penerbangan, disusul Saudia dengan 480 penerbangan dan Gulf Air sebanyak 404 penerbangan. Sementara SpiceJet merencanakan 61 penerbangan.

Baca Juga: Harga Minyak Kembali Naik di Tengah Gangguan Pasokan dan Ketidakpastian Selat Hormuz

Dengan pembatasan satu penerbangan per hari, maskapai asing hanya dapat mengoperasikan sekitar 30–31 penerbangan per bulan, jauh lebih sedikit dibandingkan ratusan penerbangan yang tetap dijalankan oleh Emirates dan flydubai.

IndiGo menyatakan bahwa krisis Timur Tengah dan pembatasan tambahan dari Dubai telah secara signifikan mengganggu operasionalnya, mengingat sebelumnya mereka memiliki jadwal hingga 15 penerbangan per hari dari India ke Dubai.

Akibatnya, sebagian besar kapasitas dan waktu operasional pesawat menjadi tidak optimal.

Sementara itu, maskapai global seperti Lufthansa, Singapore Airlines, dan British Airways yang memiliki frekuensi lebih sedikit ke Dubai memilih menghentikan sementara seluruh penerbangan ke kota tersebut hingga setidaknya akhir Mei.

Baca Juga: Republik Gagalkan Upaya Demokrat Hentikan Perang Iran, Isu Pemakzulan Trump Menguat

Sebagai gantinya, maskapai-maskapai tersebut meningkatkan penerbangan langsung rute Asia–Eropa untuk memanfaatkan tingginya permintaan penumpang yang turut mendorong kenaikan harga tiket.