Duh! Bayi baru lahir raib di rumah sakit



Pasangan pengantin baru Jaja Nurdiansyah (31) dan Syifah Maisyatul (20) yang kehilangan bayinya di Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Siti Zahroh, Tambun, Bekasi, Jawa Barat, merasa diintimidasi.

Mereka mengaku diintimidasi pemilik rumah sakit agar tidak melaporkan peristiwa tersebut ke media. Padahal, pasangan itu kehilangan putra mereka, bernama Cello Aditya, yang baru berusia beberapa hari.

"Kami sudah ketemu sama pemiliknya langsung, namanya Siti Zahroh. Dia ngomong kalau saya tidak boleh memberikan keterangan sama wartawan, kalau tidak bisa saya dituntut, bilangnya begitu," ujar Syifah dalam testimoni di Kantor Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA), Jl TB Simatupang, Pasar Rebo, Jakarta Timur, Senin (17/9).


Syifah menjelaskan, pertemuan tersebut dihadiri dirinya, suaminya dan pemilik rumah sakit. Selain melontarkan pernyataan bernada mengancam, pemilik rumah sakit disebutnya juga mengatakan hal yang membuat mereka sakit hati.

"Dia juga bilang, kami tetap mencari, tetapi kalau bukan rezeki, ya mungkin sudah dirawat oleh orang yang berkecukupan. Yang bikin saya sakit hati dia bilang kalau saya tiga atau enam bulan lagi juga bisa lahir," keluh Syifah.

Ia berharap, pihak rumah sakit yang telah berdiri sejak 1987 tersebut turut bertanggung jawab atas hilangnya putra mereka yang lahir dengan berat 3,4 kilogram dan panjang 40 sentimeter tersebut. Dalam proses kelahiran itu, mereka sudah membayar seluruh biaya administrasi rumah sakit dengan total Rp 7.350.000 itu.

Pada kesempatan itu, Syifah juga menjelaskan kronologis hilangnya Cello dari RS tempatnya melahirkan. Menurutnya, Sabtu (15/9), saat hendak pulang dari RS, Syifah menitipkan bayinya ke Bu Ucit. Ibu Ucit merupakan orang tua dari pasien bersalin, di sebelah ruang tempat Syifah dirawat.

"Saya memang baru kenal di situ. Karena saya ingin buang air kecil, saya menitipkan sebentar ke Ibu Ucit ini. Pas saya sudah keluar, kata Ibu Ucit, bayinya sudah dibawa suster untuk dirawat, ya sudah saya balik lagi ke ruangan," tutur Syifah.

Setelah itu, dia melihat beberapa suster di ruang jaga bayi tampak berlarian. Syifah pun menanyakan situasi itu ke perawat. Semula, perawat menampik terjadi permasalahan, namun tak sampai lima menit, perawat kembali. Ia pun memberitahukan Cello tak berada di ruang bayi alias hilang.

Mereka pun melaporkan hal itu ke Polresta Bekasi. Olah TKP juga sudah dilakukan. "Kita berharap polisi bisa menemukan anak saya," harap Syifah. Sampai berita ini diturunkan, belum diperoleh konfirmasi dari pihak rumah sakit Siti Zahroh tersebut. (Fabian Januarius Kuwado/Kompas.com)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News