Duh, Ekspor Biodiesel ke Eropa Mulai Hari Ini Terkena Bea Masuk Hingga 18%



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Uni Eropa benar-benar merealisasikan keinginannya, yakni mengutip bea masuk anti subsidi (BMAS) atas ekspor biodiesel Indonesia mulai hari ini, Rabu, 14 Agustus.

Sesuai Regulasi Komisi Uni Eropa Nomor 2019/1344 tertanggal 12 Agustus 2019 dan dipublikasikan 13 Agustus, kebijakan bea masuk berlaku efektif sehari kemudian atau 14 Agustus.

Merujuk aturan itu, pengenaan bea masuk berlaku bagi biodiesel yang diproduksi empat grup perusahaan. Yakni PT Ciliandra Perkasa, Musim Mas Group, Permata Group, serta Wilmar Group dengan tarif berbeda-beda.

Ciluandra Perkasa terkena tarif bea masuk sebesar 8%. Tarif bea masuk Wilmar Group sebesar 15,7%. Sementara Musim Mas Group dan Permata Group terkena tarif masing-masing 16,3% dan 18%.

Besaran tarif bea masuk tersebut menyesuaikan dengan tudingan subsidi pemerintah Indonesia yang diberikan ke produsen biodiesel.

Presiden Komisi UE Jean-Claude Juncker menuding, produsen biodiesel Indonesia mendapat subsidi dari pemerintah melalui beragam skema.

Baca Juga: Ekspor CPO Malaysia Naik 15,18%, Ekspor ke India Naik Dua Kali Lipat

Antara lain: pertama, lewat transfer dana langsung lewa dana subsidi biodiesel. 

Kedua, dukungan pemerintah ke industri biodiesel melalui penyediaan kelapa sawit atau crude palm oil (CPO). 



Editor: Herry Prasetyo
Dukungan dari Anda akan menambah semangat kami dalam menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat seperti ini.

Jika berkenan, silakan manfaatkan fasilitas donasi berikut ini.