Duh, harga elpiji 12 kg di Sorong capai Rp 500.000



SORONG. Gas elpiji 12 kilogram non-subsidi di Kota dan Kabupaten Sorong, Provinsi Papua Barat sepekan ini mengalami kelangkaan serta harga di tingkat pengecer mencapai Rp 500.000 per tabung.

Pantauan di sejumlah pengecer elpiji Sorong, Kamis, harga gas elpiji 12 kilogram non-subsidi berkisar Rp 400.000 sampai Rp 500.000 per tabung dan stok terbatas.

Salim (39) pengecer elpiji mengaku menjual gas elpiji 12 kilogram non-subsidi seharga Rp 500.000 per tabung karena harga di agen naik serta stok terbatas.


Dia mengatakan, harga gas elpiji 12 kilogram non-subsidi di tingkat agen sebesar Rp 275.000 per tabung namun pengecer menaikkan harga hingga Rp500 karena pemerintah belum mengatur standar harga elpiji.

"Jika pemerintah mengatur standar harga elpiji maka pengecer tidak akan menaikkan harga sesuka hati," katanya.

Menurut dia, tingginya harga elpiji tidak berdampak terhadap masyarakat Kota dan Kabupaten Sorong karena masyarakat pada umumnya lebih banyak menggunakan minyak tanah sebagai bahan bakar bila dibandingkan elpiji. Terkecuali pemilik usaha warung makan dan restoran.

Linda (45) pemilik usaha warung makan di Sorong, mengatakan pemilik usaha warung makan dan restoran menaikkan harga makanan untuk memperoleh keuntungan karena harga gas elpiji di tingkat pengecer mencapai Rp 500.000 per tabung.

Nasi ikan misalnya, kata Linda, sebelumnya dijual satu bungkus Rp 15.000 naik menjadi Rp 17.000.

Dia berharap pemerintah Kota dan Kabupaten Sorong segera mengatasi kesulitan mendapatkan elpiji serta tingginya harga bahan bakar itu. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Sanny Cicilia