JAKARTA. Harga Minyak mentah global kembali anjlok meski sempat rebound setelah anjlok ke level terendah lebih dari lima tahun. Merosotnya harga minyak terjadi karena organisasi negara pengekspor minyak (OPEC) gagal mengurangi laju produksi. Tahun depan minyak diperkirakan masih akan jatuh lagi kendati sudah anjlok cukup dalam tahun ini. Pasalnya, permintaan minyak belum akan membaik di tengah perlambatan ekonomi global dan produksi shale oil atau minyak serpih Amerika Serikat (AS) sebagai pengguna minyak terbesar di dunia terus mengalami peningkatan. Di sisi lain, OPEC belum mau memangkas produksi. Tidak hanya itu, dollar AS kian perkasa di tengah spekulasi kenaikan suku bunga The Fed. Mengutip data Bloomberg, selasa (2/11) pukul 17.30 WIB harga West Texas Intermediate (WTI) kontrak pengiriman Januari di New York Merchatile Exchange turun 0,8% dari hari sebelumnnya menjadi US$ 68,46. Dalam sepekan harga telah anjlok sebesar 7,6%.
Duh, minyak masih akan merosot hingga awal tahun
JAKARTA. Harga Minyak mentah global kembali anjlok meski sempat rebound setelah anjlok ke level terendah lebih dari lima tahun. Merosotnya harga minyak terjadi karena organisasi negara pengekspor minyak (OPEC) gagal mengurangi laju produksi. Tahun depan minyak diperkirakan masih akan jatuh lagi kendati sudah anjlok cukup dalam tahun ini. Pasalnya, permintaan minyak belum akan membaik di tengah perlambatan ekonomi global dan produksi shale oil atau minyak serpih Amerika Serikat (AS) sebagai pengguna minyak terbesar di dunia terus mengalami peningkatan. Di sisi lain, OPEC belum mau memangkas produksi. Tidak hanya itu, dollar AS kian perkasa di tengah spekulasi kenaikan suku bunga The Fed. Mengutip data Bloomberg, selasa (2/11) pukul 17.30 WIB harga West Texas Intermediate (WTI) kontrak pengiriman Januari di New York Merchatile Exchange turun 0,8% dari hari sebelumnnya menjadi US$ 68,46. Dalam sepekan harga telah anjlok sebesar 7,6%.