Kondisi para pedagang pelek dan ban di pinggir-pinggir jalan kian terjepit di tengah kondisi ekonomi yang lesu sejak tahun lalu. Sebut saja sentra pelek di Arteri Permata Hijau dan Pondok Pinang di Jakarta Selatan. Para pedagang hanya bisa menjual dua set pelek dalam sepekan. Itu pun dengan margin keuntungan kian tipis dengan mematok harga jual lebih murah. Kelesuan ekonomi sepanjang tahun lalu menghantam semua sektor ekonomi, tidak terkecuali bagi para pedagang skala Industri Kecil dan Menengah (IKM). Contohnya para penjual pelek (velg) dan ban mobil yang berdagang di pinggir-pinggir jalan raya. Salah satunya terletak di kawasan Jalan Arteri Permata Hijau, Jakarta Selatan. Ketika KONTAN menyambangi wilayah ini, tidak tampak aktivitas jual-beli. Kios-kios terlihat sepi, hanya ada pedagang yang menunggu di kios sambil duduk santai ataupun memperbaiki atau membersihkan velg di depan kios mereka.
Duh, pelek dan ban bekas tak menggelinding
Kondisi para pedagang pelek dan ban di pinggir-pinggir jalan kian terjepit di tengah kondisi ekonomi yang lesu sejak tahun lalu. Sebut saja sentra pelek di Arteri Permata Hijau dan Pondok Pinang di Jakarta Selatan. Para pedagang hanya bisa menjual dua set pelek dalam sepekan. Itu pun dengan margin keuntungan kian tipis dengan mematok harga jual lebih murah. Kelesuan ekonomi sepanjang tahun lalu menghantam semua sektor ekonomi, tidak terkecuali bagi para pedagang skala Industri Kecil dan Menengah (IKM). Contohnya para penjual pelek (velg) dan ban mobil yang berdagang di pinggir-pinggir jalan raya. Salah satunya terletak di kawasan Jalan Arteri Permata Hijau, Jakarta Selatan. Ketika KONTAN menyambangi wilayah ini, tidak tampak aktivitas jual-beli. Kios-kios terlihat sepi, hanya ada pedagang yang menunggu di kios sambil duduk santai ataupun memperbaiki atau membersihkan velg di depan kios mereka.