MOMSMONEY.ID - Komitmen memperkuat industri kreatif Indonesia kian dilakukan. Salah satunya lewat kolaborasi antara Bentala Project dan Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf). Dalam pertemuannya mereka menjalin sinergi antara sektor komunitas dan pemerintah dalam membangun ekosistem ekonomi kreatif yang inklusif, modern, dan berdaya saing global. Bentala Project menghadirkan dua gagasan utama dalam pertemuan tersebut. Yang pertama adalah usulan penyelenggaraan program tahunan ekonomi kreatif berbasis kolaborasi, yang bertujuan menciptakan dampak nyata dan berkelanjutan bagi pelaku industri kreatif. Program ini dirancang agar mampu menjangkau lebih banyak komunitas kreatif, serta menjadi ruang sinergi antara pelaku usaha, Pemerintah, dan diaspora Indonesia di luar negeri. Usulan kedua adalah pengajuan daftar brand-brand lokal yang telah dibina oleh Bentala Project untuk direkomendasikan masuk ke dalam daftar resmi ekonomi kreatif nasional. “Brand-brand ini tidak hanya berasal dari sektor fesyen dan kriya, tetapi juga kuliner dan produk budaya, yang telah menunjukkan potensi kuat untuk menembus pasar internasional melalui kanal digital,” ungkap Amir Hamzah selaku Founder dan CEO Master Bagasi Indonesia dalam keterangan resmi yang diterima Jumat (30/5).
Dukung Ekonomi Kreatif, Bentala Project dan Kemenekraf Jajaki Kolaborasi
MOMSMONEY.ID - Komitmen memperkuat industri kreatif Indonesia kian dilakukan. Salah satunya lewat kolaborasi antara Bentala Project dan Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf). Dalam pertemuannya mereka menjalin sinergi antara sektor komunitas dan pemerintah dalam membangun ekosistem ekonomi kreatif yang inklusif, modern, dan berdaya saing global. Bentala Project menghadirkan dua gagasan utama dalam pertemuan tersebut. Yang pertama adalah usulan penyelenggaraan program tahunan ekonomi kreatif berbasis kolaborasi, yang bertujuan menciptakan dampak nyata dan berkelanjutan bagi pelaku industri kreatif. Program ini dirancang agar mampu menjangkau lebih banyak komunitas kreatif, serta menjadi ruang sinergi antara pelaku usaha, Pemerintah, dan diaspora Indonesia di luar negeri. Usulan kedua adalah pengajuan daftar brand-brand lokal yang telah dibina oleh Bentala Project untuk direkomendasikan masuk ke dalam daftar resmi ekonomi kreatif nasional. “Brand-brand ini tidak hanya berasal dari sektor fesyen dan kriya, tetapi juga kuliner dan produk budaya, yang telah menunjukkan potensi kuat untuk menembus pasar internasional melalui kanal digital,” ungkap Amir Hamzah selaku Founder dan CEO Master Bagasi Indonesia dalam keterangan resmi yang diterima Jumat (30/5).