Dukung IKM Naik Kelas, Kemenperin Meriahkan Solo Great Sale 2022



KONTAN.CO.ID - Kementerian Perindustrian terus melakukan berbagai upaya untuk mendorong percepatan pemulihan ekonomi nasional. Salah satu langkah strategisnya adalah membangkitkan gairah usaha para pelaku industri kecil dan menengah (IKM), seperti mendukung kegiatan pameran, termasuk gelaran Solo Great Sale 2022.

“Kami mengapresiasi dan menyambut baik penyelenggaraan eventpariwisata dan ekonomi kreatif Solo Great Sale yang dapat memberikan manfaat kepada para pelaku IKM untuk mempromosikan dan mengembangkan produk-produknya, bahkan memperluas akses pasarnya,” kata Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, Kamis (13/10).

Menperin berpesan, para pelaku IKM harus memanfaatkan momentum Solo Great Sale yang berlangsung pada 25 September hingga 30 Oktober 2022. Dalam rangka mendukung penyelenggaraan kegiatan tersebut, Kemenperin melaksanaan berbagai kegiatan, antara lain partisipasi pada Pameran BUMN UMKM Great Sale, Bimbingan Teknis Roasting Bagi IKM Kopi di Surakarta, Talkshow Strategi Industri Kecil dan Menengah Naik Kelas, Bimtek WUB IKM Perbengkelan Roda 2 di Jawa Tengah dan Workshop e-Smart IKM Logam, Mesin, Elektronika, dan Alat Angkut (LMEA) di Surakarta.


Berbicara mengenai pemulihan ekonomi nasional, salah satu yang terdampak secara langsung akibat pandemi Covid-19 adalah pelaku IKM yang memiliki peran strategis dan penting dalam menopang perekonomian daerah dan nasional. Maka dibutuhkan peran pemerintah untuk memfasilitasi promosi IKM tersebut. “Untuk itu, Kemenperin turut berpartisipasi menciptakan wadah promosi dan mendongkrak penjualan produk IKM melalui partisipasi pada kegiatan ini,” jelas Agus.

Dalam kegiatan ini, Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) Kemenperin melibatkan binaannya dalam Solo Great Sale tahun ini, antara lain Rafi Jaya (Brand Morfby) yang merupakan IKM produk tas ukir handmade, Atmal Footwear (Sepatu dan sandal kulit), Arma Leather & Craft (kerajinan kulit ikan pari), Whiteblue Leather (strap jam kulit, dompet, dan tas kulit), Nichoa Chocolate (cokelat), Mazaraar (keju), dan layanan konsultasi oleh Klinik Kekayaan Intelektual & Klinik Desain Merek dan Kemas Ditjen IKMA.

Penguatan kapasitas SDM dan pengembangan produk menjadi syarat utama untuk dapat menghasilkan produk berkualitas bagi konsumen. Bimbingan Teknis Roasting Bagi IKM Kopi di Surakarta diharapkan dapat mengembangkan dan meningkatkan keahlian dan kemampuan SDM IKM Kopi, meningkatkan kualitas produk kopi, mulai dari proses pengolahan hingga pasca-panen, serta dapat memberikan nilai lebih dan dapat menjadi pembeda dari produk kompetitor untuk bersiap menghadapi persaingan global.

“Semoga kegiatan ini bisa memberikan hasil yang positif bagi pengembangan dan pertumbuhan IKM Kopi di Indonesia terutama di Kota Surakarta,” kata Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka (IKMA), Reni Yanita.

Sebagai strategi agar IKM naik kelas, Kemenperin turut menginisiasi pendirian sarana pendidikan dan pengembangan yang ditujukan untuk industri kreatif subsektor fesyen dan kriya melalui Bali Creative Industry Center (BCIC). Salah satu kegiatan unggulannya adalah penumbuhan wirausaha kreatif baru (start-up company) yang bergerak di industri kreatif subsektor fesyen dan kriya melalui Creative Business Incubator (CBI).

Selain industri kreatif, salah satu bidang jasa industri yang dapat memberikan peluang untuk tumbuh dan berkembangnya wirausaha baru (WUB) adalah IKM perbengkelan motor roda dua. Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) memperkirakan penjualan sepeda motor domestik akan mencapai 5,1 - 5,4 juta unit di tahun depan, disertai dengan adanya peningkatan kebutuhan perawatan dan perbaikan sepeda motor. "Kemenperin memberikan dukungan penuh untuk mendukung tumbuh dan berkembangnya wirausaha IKM di bidang perbengkelan roda dua di Kota Surakarta melalui pelaksanaan kegiatan bimbingan teknis,” ungkap Reni.

Tidak hanya itu, di tengah dunia yang semakin modern dan akselerasi digital yang semakin pesat, digitalisasi proses bisnis, termasuk pembayaran digital dan pencatatan keuangan sudah tidak terelakkan lagi dan menjadi suatu ilmu yang wajib dikuasai oleh para pelaku usaha.

“Pembayaran digital dan pencatatan keuangan yang efektif dan tepat diharapkan dapat membantu meningkatkan usaha IKM, di mana produk-produk yang dihasilkan dapat menjangkau pasar yang luas, memiliki banyak konsumen loyal, volume penjualan dan keuntungan meningkat, sehingga akhirnya bisa naik kelas,” papar Reni.

Untuk memperluas akses pasar para pelaku usaha IKM melalui teknologi digital, serta sebagai bagian dari kampanye Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia dan dukungan terhadap kegiatan Solo Great Sale tahun ini, Ditjen IKMA menyelenggarakan Workshop e-Smart IKM LMEA bagi IKM di Surakarta dan sekitarnya.

Program e-Smart IKM merupakan salah satu upaya pemerintah untuk memperluas akses pasar IKM melalui pemanfaatan e-Commerce dan edukasi digital bagi IKM. Dengan semakin maraknya e-Commerce dan perubahan tren ekonomi ke arah ekonomi digital, pemerintah perlu memberikan edukasi kepada IKM agar dapat mendapat manfaat dari tren ekonomi digital tersebut.

“Semoga peserta IKM di Kota Surakarta dan sekitarnya dapat memanfaatkan kesempatan ini dengan baik untuk meningkatkan wawasan, kemampuan kompetensi teknis dan kewirausahaan, sekaligus membangun jejaring, sehingga memiliki kesiapan dalam menyambut pasar era digital,” pungkas Reni.

Baca Juga: Kemenperin Bawa 20 Perusahaan Mamin ke SIAL Paris 2022

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti