Dukung Industri Asuransi, Tugure Jadi Sponsor Resmi Indonesia Rendezvous



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Tugu Reasuransi Indonesia (Tugure) menjadi sponsor utama (diamond sponsor) kegiatan Indonesia Rendezvous sebagai bentuk dukungan penuhnya untuk industri asuransi nasional.

Direktur Operasional Tugure Erwin Basri mengatakan, selama kegiatan Indonesia Rendezvous yang digelar di Nusa Dua, Bali pada 12-15 Oktober 2022, pihaknya akan menghadirkan hospitality room untuk mempererat hubungan dengan pada ceding.

"Selain itu, terdapat beberapa acara penandatanganan nota kesepahaman dengan ceding, yakni Asuransi Dayin Mitra, AON Reinsurance Broker Indonesia, dan BRI Insurance," kata Erwin, Kamis (13/10/2022).


Baca Juga: Tugure Bukukan Premi Bruto Rp 1,56 Triliun pada Semester I 2022, Ini Penopangnya

Selain itu, Tugure pun akan kembali menyelenggarakan kegiatan afterparty bertajuk 'Tugure Night' di tanggal 13 Oktober 2022 yang mengundang seluruh peserta Indonesia Rendezvous 2022.

Indonesia Rendezvous merupakan ajang pertemuan tahunan industri asuransi umum dengan mitra asuransi dalam dan luar negeri, menjelang pembaruan kontrak reasuransi treaty (treaty renewal).

Total 578 pemimpin industri yang terdiri dari regulator, pemimpin perusahaan hingga manajemen senior menghadiri event tahunan yang sempat tertunda penyelenggaraanya selama dua tahun akibat pandemi Covid-19 ini.

Jelang Treaty Renewal

Menjelang Treaty Renewal 2023, lanjut Erwin, pihaknya meyakini tiga faktor besar akan mempengaruhi jalannya treaty renewal, yakni konflik Rusia-Ukraina, pelambatan ekonomi China, dan inflasi di Uni Eropa.

"Kami juga telah menyelesaikan retrosesi renewal sekaligus membahas berbagai isu tersebut dengan para ceding," lanjut Erwin.

Baca Juga: Tugure Catatkan Kinerja yang Menggembirakan Sepanjang 2021, Ini Gambaran Lengkapnya

Meski begitu, Erwin menegaskan bahwa Tugure saat ini dalam tren yang positif. Hal ini terlihat dari laba bersih pada Q3 sebesar Rp 58,75 miliar yang naik 365 persen yang dihitung year on year (YoY), dan mempertahankan RBC di atas 200 persen.

"Memang ada beberapa skenario, di antaranya restrukrisasi treaty dan kenaikan tarif premi, namun tergantung performa class of bisnis. Semakin besar eksposur maka kemungkinan besar harga naik," tukasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Yudho Winarto