KONTAN.CO.ID - NEW DELHI. Pemerintah India memutuskan untuk menghapus bea masuk impor kapas selama lima bulan hingga 30 Oktober 2026. Kebijakan ini diambil untuk meningkatkan ketersediaan serat kapas alami berkualitas tinggi yang bebas kontaminasi bagi industri tekstil, terutama di tengah tingginya permintaan ekspor benang dari pasar global. India, yang merupakan produsen kapas terbesar kedua di dunia, saat ini memberlakukan tarif impor kapas sebesar 11%. Namun, pemerintah memutuskan untuk menangguhkan tarif tersebut guna memperkuat pasokan bahan baku bagi sektor tekstil nasional. Langkah pelonggaran pembatasan impor ini diperkirakan dapat memberikan dukungan terhadap harga kapas global. Meski demikian, pelaku industri menilai kebijakan tersebut tidak akan memicu lonjakan impor yang signifikan karena pelemahan nilai tukar rupee membuat harga kapas impor sedikit lebih mahal dibandingkan pasokan domestik.
Dukung Industri Tekstil, India Hapus Bea Masuk Impor Kapas Selama Lima Bulan
KONTAN.CO.ID - NEW DELHI. Pemerintah India memutuskan untuk menghapus bea masuk impor kapas selama lima bulan hingga 30 Oktober 2026. Kebijakan ini diambil untuk meningkatkan ketersediaan serat kapas alami berkualitas tinggi yang bebas kontaminasi bagi industri tekstil, terutama di tengah tingginya permintaan ekspor benang dari pasar global. India, yang merupakan produsen kapas terbesar kedua di dunia, saat ini memberlakukan tarif impor kapas sebesar 11%. Namun, pemerintah memutuskan untuk menangguhkan tarif tersebut guna memperkuat pasokan bahan baku bagi sektor tekstil nasional. Langkah pelonggaran pembatasan impor ini diperkirakan dapat memberikan dukungan terhadap harga kapas global. Meski demikian, pelaku industri menilai kebijakan tersebut tidak akan memicu lonjakan impor yang signifikan karena pelemahan nilai tukar rupee membuat harga kapas impor sedikit lebih mahal dibandingkan pasokan domestik.
TAG: