KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Perum Bulog memastikan kesiapannya dalam mendukung kebutuhan beras untuk jamaah haji, sekaligus membuka peluang ekspor ke Arab Saudi. Hal itu disampaikan langsung oleh Doirektur Utama Perum Bulig, Ahmad Rizal Ramdani dalam rapat koordinasi yang digelar antara BULOG, Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj), serta Kementerian Pertanian (Kementan) di Jakarta, Senin (26/1/2026). Bulog juga memastikan kualitas beras premium yang disiapkan sesuai standar ketentuan konsumsi haji. “Bulog pada prinsipnya siap mendukung kebijakan pemerintah, khususnya dalam penyediaan beras berkualitas untuk konsumsi jemaah haji Indonesia di Arab Saudi,” kata Rizal salam keterangan resminya, Selasa (27/1/2026). Baca Juga: Purbaya Rombak Pejabat Bea Cukai, Ini PR Utama yang Harus Dibenahi Rizal menegaskan bahwa Bulog memiliki pengalaman dan infrastruktur yang memadai dalam memastikan pasokan berjalan dengan tepat jumlah, mutu dan waktu. Dari sisi kebijakan, Direktur Jenderal Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah Kemenhaj, Jaenal Effendi, menekankan pentingnya sinergi antarinstansi dalam menguatkan kemandirian pangan penyelenggaraan haji dan sekaligus menyiapkan peluang ekspor. “Pemenuhan konsumsi jemaah haji tidak dapat dilakukan secara parsial. Diperlukan sinergi yang kuat dengan kementerian dan lembaga terkait, agar kebijakan yang disusun selaras dan rantai pasok pangan haji dapat diperkuat,” ujar Jaenal. Dalam pertemuan tersebut, diproyeksikan kebutuhan beras untuk musim haji 1447 H/2026 M mencapai hampir 4 ribu ton untuk lebih dari 205.000 jemaah dan petugas haji. Bulog sendiri berkomitmen untuk menghitung kebutuhan total dan menyiapkan pasokan, termasuk beras premium dengan tingkat pecahan maksimal 5 persen untuk memenuhi standar mutu yang ditetapkan. Menurutnya, Kementerian Pertanian juga akan memberikan dukungan dari sisi kebijakan dan regulasi untuk memperlancar proses ekspor beras nasional ke Arab Saudi, termasuk fasilitasi perizinan dan persyaratan teknis. ?Jaenal menyebut, Kementan juga berkomitmen memastikan beras produksi dalam negeri memiliki daya saing harga yang layak di pasar internasional. “Sinergi ini diharapkan tidak hanya memperkuat ketahanan pangan dan konsumsi jemaah haji, tetapi juga memberi peluang baru bagi pelaku usaha dan petani nasional untuk memasuki pasar ekspor beras,” ungkapnya. Baca Juga: Sekolah Rakyat Ditargetkan Tampung 45.000 Siswa pada Tahun 2026
Dukung Kebutuhan Beras Jamaah Haji, Bulog Jajaki Peluang Ekspor ke Arab Saudi
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Perum Bulog memastikan kesiapannya dalam mendukung kebutuhan beras untuk jamaah haji, sekaligus membuka peluang ekspor ke Arab Saudi. Hal itu disampaikan langsung oleh Doirektur Utama Perum Bulig, Ahmad Rizal Ramdani dalam rapat koordinasi yang digelar antara BULOG, Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj), serta Kementerian Pertanian (Kementan) di Jakarta, Senin (26/1/2026). Bulog juga memastikan kualitas beras premium yang disiapkan sesuai standar ketentuan konsumsi haji. “Bulog pada prinsipnya siap mendukung kebijakan pemerintah, khususnya dalam penyediaan beras berkualitas untuk konsumsi jemaah haji Indonesia di Arab Saudi,” kata Rizal salam keterangan resminya, Selasa (27/1/2026). Baca Juga: Purbaya Rombak Pejabat Bea Cukai, Ini PR Utama yang Harus Dibenahi Rizal menegaskan bahwa Bulog memiliki pengalaman dan infrastruktur yang memadai dalam memastikan pasokan berjalan dengan tepat jumlah, mutu dan waktu. Dari sisi kebijakan, Direktur Jenderal Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah Kemenhaj, Jaenal Effendi, menekankan pentingnya sinergi antarinstansi dalam menguatkan kemandirian pangan penyelenggaraan haji dan sekaligus menyiapkan peluang ekspor. “Pemenuhan konsumsi jemaah haji tidak dapat dilakukan secara parsial. Diperlukan sinergi yang kuat dengan kementerian dan lembaga terkait, agar kebijakan yang disusun selaras dan rantai pasok pangan haji dapat diperkuat,” ujar Jaenal. Dalam pertemuan tersebut, diproyeksikan kebutuhan beras untuk musim haji 1447 H/2026 M mencapai hampir 4 ribu ton untuk lebih dari 205.000 jemaah dan petugas haji. Bulog sendiri berkomitmen untuk menghitung kebutuhan total dan menyiapkan pasokan, termasuk beras premium dengan tingkat pecahan maksimal 5 persen untuk memenuhi standar mutu yang ditetapkan. Menurutnya, Kementerian Pertanian juga akan memberikan dukungan dari sisi kebijakan dan regulasi untuk memperlancar proses ekspor beras nasional ke Arab Saudi, termasuk fasilitasi perizinan dan persyaratan teknis. ?Jaenal menyebut, Kementan juga berkomitmen memastikan beras produksi dalam negeri memiliki daya saing harga yang layak di pasar internasional. “Sinergi ini diharapkan tidak hanya memperkuat ketahanan pangan dan konsumsi jemaah haji, tetapi juga memberi peluang baru bagi pelaku usaha dan petani nasional untuk memasuki pasar ekspor beras,” ungkapnya. Baca Juga: Sekolah Rakyat Ditargetkan Tampung 45.000 Siswa pada Tahun 2026