KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Bank Indonesia (BI) menilai, kinerja Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) perlu terus diperkuat untuk mendukung ketahanan eksternal di periode meningkatnya ketidakpastian global. Gubernur BI Destry Damayanti mencatat, neraca perdagangan periode Juli 2026 mencatat surplus sebesar US$ 0,12 miliar, setelah pada bulan sebelumnya mencatat defisit US$ 0,45 miliar. Sementara itu, aliran investasi portofolio asing pada kuartal III 2026 (hingga 21 September 2026) mencatat net inflows sebesar US$ 0,4 miliar, ditopang penerbitan global bond Pemerintah serta inflows pada Surat Berharga Negara (SBN).
Dukung Ketahanan Eksternal, BI Tekankan Penguatan Kinerja Neraca Pembayaran
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Bank Indonesia (BI) menilai, kinerja Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) perlu terus diperkuat untuk mendukung ketahanan eksternal di periode meningkatnya ketidakpastian global. Gubernur BI Destry Damayanti mencatat, neraca perdagangan periode Juli 2026 mencatat surplus sebesar US$ 0,12 miliar, setelah pada bulan sebelumnya mencatat defisit US$ 0,45 miliar. Sementara itu, aliran investasi portofolio asing pada kuartal III 2026 (hingga 21 September 2026) mencatat net inflows sebesar US$ 0,4 miliar, ditopang penerbitan global bond Pemerintah serta inflows pada Surat Berharga Negara (SBN).