Dukung Program MBG, BSI Salurkan Pembiayaan Rp 198 Miliar



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) terus memperluas dukungan terhadap berbagai program strategis pemerintah, mulai dari program Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), hingga penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR).

Wakil Direktur Utama BSI Bob Tyasika Ananta mengatakan, dukungan tersebut merupakan bagian dari komitmen perseroan dalam memperkuat sektor UMKM, koperasi, dan pembiayaan masyarakat.

“Sebagai bagian dari komitmen mendukung program perekonomian nasional, BSI terus berperan aktif dalam berbagai program strategis pemerintah yang berorientasi pada penguatan sektor UMKM, koperasi dan perumahan masyarakat,” ujar Bob kepada kontan.co.id, Selasa (9/6/2026).


Dalam program Makan Bergizi Gratis, BSI menyalurkan pembiayaan kepada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Hingga kuartal I-2026, pembiayaan yang telah disalurkan mencapai Rp 198 miliar.

Baca Juga: OJK Nilai Pembiayaan Fasilitas Dana Tunai Multifinance Masih Memiliki Prospek Positif

Dana tersebut digunakan untuk mendukung operasional 211 dapur MBG di berbagai wilayah Indonesia.

Tak hanya pembiayaan, BSI juga menyediakan layanan transaksi seperti Virtual Account dan Cash Management System guna mendukung kelancaran operasional mitra Badan Gizi Nasional.

Layanan tersebut kini telah menjangkau lebih dari 1.600 titik di seluruh Indonesia.

Selain itu, BSI juga turut mendukung program Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) yang menargetkan penyaluran kepada 80.000 koperasi desa.

Di sisi lain, penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) BSI pada kuartal I-2026 tercatat mencapai Rp 2,62 triliun dengan lebih dari 17.000 penerima manfaat.

Bob menegaskan, perseroan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian dan tata kelola perusahaan yang baik atau good corporate governance (GCG) dalam melakukan ekspansi pembiayaan.

Baca Juga: OJK: Kenaikan BI Rate Berpotensi Beri Dampak terhadap Industri Pergadaian

“Perseroan melakukan ekspansi pembiayaan sesuai segmentasi nasabah dengan tetap memperhatikan GCG, kehati-hatian dan prudent untuk menjaga pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan,” tutupnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News