Dukung Revisi RBB OJK, BSI Siap Gas Pembiayaan Program MBG, Koperasi, dan Rumah



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) menyambut positif kabar akan adanya revisi terhadap aturan rencana bisnis bank (RBB) yang akan dilakukan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Sebelumnya, Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi mengabarkan revisi RBB akan tertuang dalam Rancangan Peraturan OJK (RPOJK). Lewat revisi ini, OJK akan mendorong bank menyalurkan pembiayaan ke program strategis pemerintah.

Ada tiga program utama pemerintah yang disebut akan menjadi fokus dari penyaluran pembiayaan bank. Tiga program itu di antaranya adalah Makan Bergizi Gratis (MBG), Program Tiga Juta Rumah, dan Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih (KDKMP).


Baca Juga: IPOT Luncurkan Smart Money Circle, Bidik Investor Ritel Lebih Disiplin

Corporate Secretary BSI, Wisnu Sunandar menyampaikan, banknya menyambut positif adanya revisi RBB tersebut. BSI juga selalu aktif berpartisipasi dalam pembiayaan program pemerintah.

"Kami menyambut baik dan siap menjalankan kebijakan dan stimulus yang diberikan Pemerintah untuk masyarakat guna mendorong pertumbuhan ekonomi nasional," kata Wisnu saat dihubungi, Kamis (9/4/2026).

Wisnu kemudian menjabarkan berbagai dukungan BSI terhadap tiga program pemerintah yang sudah disebutkan sebelumnya.

Secara rinci, sampai pada Februari 2026, BSI telah memberi pembiayaan sebesar Rp 194,50 Miliar untuk pembangunan 145 dapur SPPG MBG. BSI juga menyediakan layanan 1520 virtual account Mitra BGN.

Selanjutnya, BSI juga turut mendukung pembangunan atas sekitar 80 ribu koperasi KDKMP. Wisnu juga menyebut sampai Februari 2026, BSI telah menyalurkan kredit usaha rakyat (KUR) syariah sebesar Rp 1,65 triliun.

BSI juga mendukung Program 3 Juta Rumah. Sampai Februari 2026, BSI telah memberikan pembiayaan terhadap program ini sebesar Rp 259 Miliar.

Wisnu memastikan, BSI akan terus mendukung pembiayaan terhadap program pemerintah. Adapun sampai dengan Februari 2026, BSI mencatatkan pertumbuhan pembiayaan sebesar 14,32% (yoy) menjadi Rp 323 triliun.

"Kinerja BSI pada awal 2026 ini menunjukan kinerja solid, tumbuh dan sehat. Didorong fungsi intermediasi yang baik dari komposisi dana dan penyaluran pembiayaan," kata Wisnu.

Baca Juga: Lepas Bisnis Manajer Investasi ke Danantara, Begini Harapan BRI

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News