Dukungan kredit perbankan untuk pengadaan vaksin Covid-19 bernilai jumbo



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Sejumlah bank telah memberikan dukungan untuk membiayai pengadaan vaksin Covid-19 kepada Bio Farma sebagai lembaga yang ditunjuk pemerintah untuk pengadaan vaksin. 

Pengadaan vaksin membutuhkan biaya besar. Hingga saat ini, pemerintah melalui Kementerian BUMN menyebutkan telah menggelontorkan  Rp 77 triliun untuk pengadaan vaksin Covid-19 untuk menggelar vaksinasi gratis yang digelar sejak Januari lalu. 

PT Bank Mandiri Tbk misalnya telah menyalurkan fasilitas kredit untuk pengadaan vaksin covid-19 sejak awal tahun 2021 kepada Bio Faram dengan total utilisasi fasilitas non cash loan sebesar US$ 60 juta atau setara Rp 852 miliar. 


Baca Juga: Kontribusi anak usaha perbankan ke induknya semakin meningkat

Bank Mandiri juga masih akan menyiapkan tambahan plafon pembiayaan ke depan mengingat rencana pengadaan vaksin seperti Sinovac, Astra Zeneca dan Novavax yang akan dilakukan Bio Farma ke depan. "Bank Mandiri telah menyiapkan plafon pembiayaan yang cukup fleksibel untuk memberikan kepastian dukungan finansial," kata Rudi As Aturridha, Sekretaris Perusahaan Bank Mandiri pada KONTAN, Kamis (20/5).

PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) juga berkomitmen untuk mendukung kesuksesan program vaksinasi yang tengah dicanangkan oleh pemerintah dalam rangka penanggulangan Covid-19. 

Aestika Oryza Gunarto Sekretaris Perusahaan BRI mengatakan, pihaknya telah menyalurkan pinjaman dalam bentuk modal kerja kepada Bio Farma dan group yang ditunjuk Pemerintah untuk memperlancar pengadaan vaksin. Hanya saja, dia tidak menyebutkan total kredit yang sudah diberikan.  "Ke depan, BRI juga tidak menutup kemungkinan bakal menambah portofolio kredit yang diperuntukkan pengadaan vaksin," ujarnya.

Selain dengan bank Himbara, Bio Farma juga telah bekerjasama dengan Bank Swasta dalam membantu pembiayaan pengadaan vaksin bernilai Jumbo tersebut. Bank Danamon misalnya telah memberikan fasilitas kredit senilai Rp 2 triliun dimana Rp 500 miliar diberikan pada September 2020 dan Rp 1,5 triliun dalam bentuk pembiayaan syariah yang diteken pada 17 Februari 2021.

Editor: Handoyo .