Selama ini, krokot dikenal sebagai tanaman liar yang tidak dikehendaki serta merugikan. Padahal, faktanya tidak demikian. Tanaman dengan nama ilmiah Portulaca oleracea L ini ternyata berguna dan mempunyai banyak manfaat bagi kesehatan tubuh. Antara lain, bisa menyembuhkan radang usus buntu, demam, disentri, penyakit kulit, serta gangguan sistem saluran kencing. Lantaran memiliki banyak kegunaan, belakangan krokot mulai memiliki nilai komersial. Ini ditandai dengan tingginya permintaan krokot di pasar. Kondisi ini turut mendorong budidaya tanaman gulma ini semakin marak. Salah satu pembudidaya krokot adalah Andy Aryanto di Makassar, Sulawesi Selatan. Pria 33 tahun ini membudidayakan krokot sejak 2011 di lahan seluas 5.000 meter persegi (m²).
Dulu dianggap tanaman liar, kini hasilkan cuan (1)
Selama ini, krokot dikenal sebagai tanaman liar yang tidak dikehendaki serta merugikan. Padahal, faktanya tidak demikian. Tanaman dengan nama ilmiah Portulaca oleracea L ini ternyata berguna dan mempunyai banyak manfaat bagi kesehatan tubuh. Antara lain, bisa menyembuhkan radang usus buntu, demam, disentri, penyakit kulit, serta gangguan sistem saluran kencing. Lantaran memiliki banyak kegunaan, belakangan krokot mulai memiliki nilai komersial. Ini ditandai dengan tingginya permintaan krokot di pasar. Kondisi ini turut mendorong budidaya tanaman gulma ini semakin marak. Salah satu pembudidaya krokot adalah Andy Aryanto di Makassar, Sulawesi Selatan. Pria 33 tahun ini membudidayakan krokot sejak 2011 di lahan seluas 5.000 meter persegi (m²).