JAKARTA. Kegiatan dunia usaha pada kuartal pertama tahun ini mengindikasikan perbaikan. Berdasarkan hasil survei kegiatan dunia usaha oleh Bank Indonesia (BI), saldo bersih tertimbang (SBT) kuartal pertama tahun ini sebesar 4,8%, naik dibanding kuartal keempat 2016 yang tercatat sebesar 3,13%. SBT adalah perkalian antara saldo bersih dan bobot masing-masing sektor ekonomi. SBT dihitung dengan cara mengurangkan persentase responden yang menjawab “naik” dengan persentase responden yang menjawab “turun”. Bila hasilnya positif, itu artinya ekspansi. Sedangkan bila negatif, itu artinya kontraksi. BI mencatat, dari sembilan sektor ekonomi, lima sektor diantaranya mengalami peningkatan kegiatan usaha. Peningkatan tertinggi terjadi pada sektor jasa dengan SBT 3,87%. Disusul oleh sektor keuangan, real estate dan jasa perusahaan, serta sektor pertanian, perkebunan, peternakan, dan perikanan.
Dunia usaha tumbuh, tapi manufaktur melemah
JAKARTA. Kegiatan dunia usaha pada kuartal pertama tahun ini mengindikasikan perbaikan. Berdasarkan hasil survei kegiatan dunia usaha oleh Bank Indonesia (BI), saldo bersih tertimbang (SBT) kuartal pertama tahun ini sebesar 4,8%, naik dibanding kuartal keempat 2016 yang tercatat sebesar 3,13%. SBT adalah perkalian antara saldo bersih dan bobot masing-masing sektor ekonomi. SBT dihitung dengan cara mengurangkan persentase responden yang menjawab “naik” dengan persentase responden yang menjawab “turun”. Bila hasilnya positif, itu artinya ekspansi. Sedangkan bila negatif, itu artinya kontraksi. BI mencatat, dari sembilan sektor ekonomi, lima sektor diantaranya mengalami peningkatan kegiatan usaha. Peningkatan tertinggi terjadi pada sektor jasa dengan SBT 3,87%. Disusul oleh sektor keuangan, real estate dan jasa perusahaan, serta sektor pertanian, perkebunan, peternakan, dan perikanan.