Durasi Penggunaan Gadget Tinggi, Risiko Miopia Naik, Industri Contact Lens Bertumbuh



KONTAN.CO.ID - JAKARTA.  Setiap tambahan satu jam yang dihabiskan anak-anak dan remaja di depan layar gadget meningkatkan risiko mereka mengalami miopia atau rabun jauh.

Diikutip dari The Guardian, temuan tersebut mendorong para pakar dan ahli mengingatkan pentingnya membatasi penggunaan perangkat digital, terutama pada anak usia dini. Pembatasan itu seiring memperbanyak aktivitas di luar ruangan.

Miopia terjadi ketika bola mata memanjang sehingga cahaya yang masuk tidak lagi terfokus tepat di retina. Kondisi ini menjadi salah satu gangguan penglihatan yang terus meningkat di berbagai negara.


Sejumlah penelitian memperkirakan, sekitar 40% anak-anak dan remaja di dunia akan mengalami miopia pada tahun 2050.  Dalam penelitian terbaru, peneliti dari Korea Selatan menganalisis 45 studi yang melibatkan 335.524 peserta untuk mengkaji hubungan penggunaan berbagai perangkat digital dengan risiko miopia.

Hasilnya menunjukkan, setiap tambahan satu jam penggunaan layar per hari berkaitan dengan peningkatan risiko miopia sekitar 21%. Penelitian tersebut juga mengindikasikan. penggunaan layar kurang dari satu jam per hari memiliki risiko yang relatif lebih rendah.

Nah, setelah melewati durasi tersebut risiko meningkat lebih cepat hingga sekitar empat jam penggunaan per hari sebelum kenaikannya mulai melambat.

Meningkatnya prevalensi miopia turut mendorong permintaan terhadap berbagai produk penunjang kesehatan mata, termasuk contact lens. Tak hanya berfungsi sebagai alat bantu penglihatan, lensa kontak kini juga banyak digunakan sebagai bagian dari gaya hidup dan penunjang penampilan. Terutama di kalangan perempuan dan generasi muda.

Baca Juga: Penjualan Semen Indonesia (SMGR) Tumbuh 4,4% Jadi 15,09 Juta Ton per Mei 2026

Business Development Manager PT Katamata, Evy Adryani memprediksi, dari pengguna contact lens, 50% berfungsi sebagai bagian gaya hidup. Jadi hanya separuhnya yang berfungsi sebagai alat bangu penglihatan. Dengan meningkatnya penderita miopia, diperkirakan ke depan, 70% pengguna contact lens adalah penderita rabum jauh. 

Maka, pelaku industri eye care juga terus menghadirkan beragam pilihan produk dengan material, teknologi, serta desain sesuai kebutuhan pengguna.

Melihat perkembangan tersebut, PT Katamata memperkenalkan pengembangan portofolio produk lensa kontak melalui tiga merek, yakni X2, Exoticon, dan Honeyelens.

Evi mengatakan, masing-masing merek menyasar kebutuhan konsumen yang berbeda. Mulai pengguna yang mengutamakan kenyamanan, menginginkan variasi tampilan, hingga konsumen muda yang cenderung memilih desain natural.

Menurut Evy, kebutuhan masyarakat terhadap contact lens kini semakin beragam. Selain sebagai alat koreksi penglihatan, konsumen juga mempertimbangkan aspek kenyamanan penggunaan, keamanan material, serta pilihan desain yang sesuai dengan aktivitas sehari-hari.

"Pengguna contact lens saat ini semakin memperhatikan kualitas produk dan kenyamanan saat digunakan. Maka, kami terus menghadirkan pilihan yang dapat menyesuaikan kebutuhan mereka," ujar Evy, pekan lalu. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News