Dwi Aneka mencari dana ekspansi



JAKARTA. PT Dwi Aneka Jaya Kemasindo Tbk (DAJK) tahun ini bakal berekspansi bisnis dengan menyasar pasar baru. Meskipun perusahaan baru saja terkena musibah kebakaran di satu pabrik di Tangerang, saat ini produksi kemasan DAJK tertumpu oleh dua pabrik yang ada. 

Untuk menambah kapasitas produksi yang ada yaitu 35.000 metrik ton dari dua pabrik, DAJK telah mengakuisisi perusahaan offset printing PT Interact Copindo di Bekasi. Dengan akuisisi ini, diharapkan bisa memberikan kontribusi pendapatan Rp 300 miliar.  

"Saat ini prosesnya masih 90%, belum clossing," terang  Dinna Afrianti, Sekretaris Perusahaan DAJK kepada KONTAN pada Minggu (27/3). Kapasitas terpasang dari pabrik yang hendak akuisisi sekitar 4.500 metrik ton.


DAJK juga tengah mencari pendanaan dengan menerbitkan saham baru alias rights issue. Dana ini akan dipakai untuk merealisasikan pembangunan pabrik corrugated carton baru di Subang berkapasitas 120.000 metrik ton. Pabrik ini dikelola anak usaha PT Inpack Subang Perkasa. 

Dinna menyebutkan bahwa  saat ini sudah ada beberapa calon investor dari luar negeri yang tertarik berinvestasi di DAJK dalam hajatan rigth issue. "Kalau bisa kami ingin mendapat dana sekitar Rp 1 triliun dari rights issue," kata Dinna.

Namun, proses rights issue ini masih panjang. "Idealnya antara di semester I-2016 atau kuartal III-2016," lanjutnya. 

Selain dari right issue, sebelumnya DAJK juga menganggarkan belanja modal Rp 550 miliar. Dana ini  ingin mereka dapat dari utang bank untuk mendanai ekspansi. Selain untuk  ekspansi pabrik, dana tersebut untuk refinancing sebagian utang. 

Saat ini manajemen DAJK mulai memfokuskan pada konsep business to consumer (B2C) yaitu ke pasar usaha kecil menengah (UKM) makanan dan minuman. Sebab pelanggan UKM itu meskipun secara volume kecil, secara pembayaran lebih sehat. "Kelebihannya pelanggan UKM ini pembayarannya bisa lebih cepat," ujar Dinna. 

Oleh karena itu, DAJK tertarik menambah pasar UKM di luar Jabodetabek seperti Bandung dan Makassar. Pun menggarap UMM perusahaan ini tetap mempertahankan pelanggan besar. Klien besar mereka di antaranya Nestle dan Indofood.

Meskipun menatap optimistis bisnis manajemen DAJK belum bisa memerinci gambaran realisasi penjualan di kuartal I-2016. Dinna menyebut, produksi dari plant 1 dan 2 masih sesuai rencana yang ditargetkan yaitu sekitar 33.000 metrik ton per tahun. 

"Data produksi kuartal I-2016 masih datanya masih ada di bagian keuangan," imbuh dia. 

Adapun kapasitas terpasang dari dua pabrik tersebut rata-rata sebesar 35.000 metrik ton "Kalau permintaan banyak masih bisa kami dorong sampai ke kapasitasnya," ujarnya.

Jika akuisisi pabrik dan pembangun pabrik baru di Subang rampung ditambah dua pabrik yang sudah ada, maka total kapasitas produksi yang dimiliki DAJK menjadi 159.500 metrik ton. Tahun ini DAJK memproyeksikan penjualan bisa tumbuh 20%-25% dari tahun lalu.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Dikky Setiawan