KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indeks dolar Amerika Serikat (AS) atau Dollar Index (DXY) diperkirakan masih bertahan kuat hingga semester II-2026. Solidnya data ekonomi AS dan meningkatnya ketegangan geopolitik global menjadi faktor utama yang menopang penguatan mata uang Negeri Paman Sam tersebut. Presiden Komisaris HFX International Berjangka, Sutopo Widodo mengatakan, penguatan DXY saat ini ditopang oleh kombinasi kuatnya fundamental domestik AS dan meningkatnya permintaan aset safe haven di tengah konflik geopolitik. Menurutnya, data ketenagakerjaan AS atau Non-Farm Payrolls (NFP) Mei 2026 yang mencapai 172.000 jauh melampaui ekspektasi pasar sebesar 85.000. Capaian tersebut menunjukkan pasar tenaga kerja AS masih solid dan ekonomi belum menunjukkan tanda-tanda perlambatan yang signifikan.
DXY Diproyeksi Tetap Perkasa pada Semester II-2026, Rupiah Berisiko ke Rp 18.300
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indeks dolar Amerika Serikat (AS) atau Dollar Index (DXY) diperkirakan masih bertahan kuat hingga semester II-2026. Solidnya data ekonomi AS dan meningkatnya ketegangan geopolitik global menjadi faktor utama yang menopang penguatan mata uang Negeri Paman Sam tersebut. Presiden Komisaris HFX International Berjangka, Sutopo Widodo mengatakan, penguatan DXY saat ini ditopang oleh kombinasi kuatnya fundamental domestik AS dan meningkatnya permintaan aset safe haven di tengah konflik geopolitik. Menurutnya, data ketenagakerjaan AS atau Non-Farm Payrolls (NFP) Mei 2026 yang mencapai 172.000 jauh melampaui ekspektasi pasar sebesar 85.000. Capaian tersebut menunjukkan pasar tenaga kerja AS masih solid dan ekonomi belum menunjukkan tanda-tanda perlambatan yang signifikan.