Dyandra Media International (DYAN) mengandalkan gelaran acara di semester II



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Dyandra Media International Tbk (DYAN), sedang melakukan negosiasi dan melobi beberapa acara yang terancam batal akibat penyebaran virus corona (Covid-19).

Maryamto Sunu, Corporate Secretary DYAN menjelaskan, pihaknya juga terpaksa membatalkan beberapa acara internasional di Bali. Selain itu, Dyandra juga tengah menunda acara lainnya ke bulan lain seperti acara Indonesia International Furniture Expo 2020 yang tadinya akan diselenggarakan pada 12 hingga 15 Maret 2020 mendatang.

"Pertimbangan untuk membatalkan acara tersebut didasari atas alasan kesehatan, ya. Di saat kondisi seperti ini, berkumpul di satu tempat atau berada di dalam keramaian itu mengkhawatirkan," jelasnya kepada Kontan, Rabu (4/3). Pihaknya juga akan melakukan pengembalian dana secepatnya.


Tak hanya itu, pihaknya juga sedang menegosiasikan rencana konser musik bergenre hiphop, soul, RnB, yakni Flavs yang dikelola oleh anak usahanya, PT Dyandra Promosindo. Rencananya acara tersebut berlangsung pada 4 sampai 5 April mendatang di Istora Senayan.

Baca Juga: Gara-gara virus corona, target pendapatan Dyandra Media International (DYAN) meleset

Rencananya, pihaknya akan menggeser acara IIFE 2020 di semester II dan saat ini masih terus melakukan perundingan dengan sponsor hingga eksebitor.

"Intinya, acara yang tadinya akan diselenggarakan pada Februari ini memang kami batalkan karena virus corona, sedangkan untuk acara di April, ada yang dibatalkan, namun akan lebih banyak ditunda di semester II, ada pula yang menunggu konfirmasi lebih lanjut," katanya lagi.

Sementara untuk gelaran World Expo 2020 yang berlangsung di Dubai, DYAN meyakinkan jika acara akan terus berjalan. Saat ini, pihaknya masih melakukan pembangunan lahan yang digunakan untuk pameran tersebut. Sunu menyampaikan, jika acara World Expo 2020 di Dubai akan berlangsung pada Oktober mendatang.

Selain itu, DYAN juga terus mengusahakan berlangsungnya konser Billie Eilish, penyanyi pop asal Amerika Serikat yang rencananya akan berlangsung pada September mendatang.

"Di semester II nanti, kami usahakan acara andalan tetap akan berlangsung. Lagipula masih ada waktu untuk mempersiapkan semuanya. Kalau di semester I ini, memang apa boleh buat, sangat mengkhawatirkan dampak virusnya," pungkas Sunu.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Anna Suci Perwitasari